BERITA

Akses Darat Terputus, Distribusi BBM ke Tiga Wilayah di Aceh masih via Udara

0
×

Akses Darat Terputus, Distribusi BBM ke Tiga Wilayah di Aceh masih via Udara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi mobil tangki Pertamina. (Foto: Pertamina)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) hingga kini masih menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji (LPG) melalui jalur udara ke tiga wilayah terdampak bencana alam di Provinsi Aceh yang akses daratnya belum pulih.

“Untuk daerah yang jalurnya putus atau belum bisa diakses lewat darat, suplai BBM dan LPG dilakukan menggunakan pesawat,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi di Kota Padang, Rabu.

Advertisement

Ia menyebutkan tiga daerah yang masih mengandalkan distribusi via udara, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Luwes. Sementara itu, wilayah lainnya di Aceh distribusi BBM dan LPG sudah berangsur normal melalui jalur darat.

Baca Juga  Rumah Kayu Berusia Seabad Terbakar di Agam

Untuk mempercepat pendistribusian energi, Pertamina bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara serta maskapai Susi Air. Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan air tractor khusus untuk mengangkut BBM.

“Alhamdulillah, dua hari ini meskipun jalurnya cukup ekstrem, akses masih terbuka. Kami dapat mendorong pasokan BBM menggunakan Intermediate Bulk Container (IBC),” ujarnya.

Skema tersebut mampu menampung hingga satu ton BBM yang disalurkan khusus ke wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Luwes. Distribusi via udara ini akan terus dilakukan hingga akses darat ke ketiga wilayah tersebut dapat dilalui sepenuhnya.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kami pastikan suplai energi tetap berjalan lancar,” kata Sunardi.

Baca Juga  Banyak yang Tak Tahu, Ini 8 Fakta Terselubung di Anime One Piece

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meminta pemerintah daerah bersama kepolisian setempat untuk membantu mengawal kelancaran distribusi BBM melalui jalur Sitinjau Lauik, guna mempercepat pengiriman ke daerah terdampak bencana.

Yuliot menjelaskan, terputusnya Jalan Lembah Anai yang hingga kini masih dalam tahap perbaikan menyebabkan distribusi BBM ke sejumlah daerah, seperti Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan sekitarnya, mengalami keterlambatan.

“Pengiriman BBM melalui Sitinjau Lauik mengalami keterlambatan sekitar enam hingga delapan jam,” ujar Wamen ESDM. (rdr/ant)