JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rampung sebelum siswa kembali masuk sekolah pada 5 Januari 2026.
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ari Lesmana mengatakan percepatan pembangunan huntara dilakukan agar fasilitas pendidikan yang selama ini digunakan sebagai lokasi pengungsian dapat segera difungsikan kembali untuk kegiatan belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.
“Target kami sebelum 30 Desember pembangunan utama selesai, kemudian dilanjutkan serah terima kunci kepada warga. Dengan begitu, sekolah bisa kembali digunakan pada 5 Januari,” ujar Ari dalam siaran daring bertajuk Teropong Bencana BNPB, Rabu.
BNPB merencanakan pembangunan total 518 unit huntara yang tersebar di 16 titik di enam kecamatan di Kabupaten Agam. Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan dampak terparah.
Salah satu lokasi prioritas berada di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, dengan rencana pembangunan 117 unit huntara tipe barak.
Pembangunan huntara melibatkan unsur TNI, termasuk personel satuan zeni dan prajurit infanteri, guna mempercepat pengerjaan di lapangan.
Selain unit hunian, BNPB juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti MCK umum, tempat cuci, ruang layanan kesehatan darurat, serta ruang berkumpul warga yang dapat difungsikan sebagai musala.
Ari menjelaskan, pembangunan huntara bertujuan memindahkan pengungsi dari tenda dan fasilitas umum ke tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“Prinsipnya, kebutuhan dasar warga harus terpenuhi agar mereka dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih manusiawi,” katanya.
BNPB berharap relokasi sementara tersebut dapat mendukung pemulihan sosial masyarakat sekaligus mempercepat normalisasi layanan publik di wilayah terdampak bencana. (rdr/ant)







