SAWAHLUNTO

Sentra IKM Songket Silungkang Dioptimalkan jadi Pusat Produksi-Pelatihan

0
×

Sentra IKM Songket Silungkang Dioptimalkan jadi Pusat Produksi-Pelatihan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra didampingi Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, ketika menyampaikan arahan kepada jajaran ASN. (Antarasumbar/Yudha Ahada)

SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mengoptimalkan pemanfaatan Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Songket Silungkang sebagai pusat layanan produksi, pelatihan, dan pengembangan ekonomi perajin songket agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan sentra IKM tersebut memiliki fungsi strategis sebagai fasilitas pelayanan publik untuk memperkuat kapasitas perajin, mendorong regenerasi penenun, serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Sentra ini harus benar-benar hidup dan melayani. Bukan sekadar bangunan, tetapi ruang kerja produktif yang memberi dampak nyata bagi perajin dan ekonomi masyarakat,” kata Riyanda saat meninjau sentra IKM di Kecamatan Silungkang, Selasa.

Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan sebelum Lebaran sejumlah aktivitas produksi dan pelatihan sudah berjalan, sebagai bentuk pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku IKM songket Silungkang.

Baca Juga  Boyong Dua Perak PON Papua, Andre Rosiade Sambut dan Jamu Rombongan Karateka Sumbar

Kepala Dinas Koperindag Sawahlunto Tatang Sumarna menjelaskan sentra IKM dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi perajin songket, mulai dari proses produksi hingga pendampingan pengembangan usaha.

“Layanan yang disiapkan meliputi jasa produksi, pewarnaan benang, desain motif dan kemasan, jasa hani, jasa turiang, pelatihan menenun, penyediaan bahan baku benang dan peralatan tenun, hingga konsultasi pengembangan produk turunan dan pemasaran,” ujarnya.

Dari sisi sarana, sentra IKM telah dilengkapi berbagai peralatan tenun, di antaranya 20 unit ATBM semi otomatis, 10 unit ATBM dobby manual, 10 unit ATBM manual, serta sejumlah alat pendukung lainnya, seperti alat hani, kelos, turiang, alat celup benang, dan pamedangan tenun.

Baca Juga  Penuhi Standar Nasional, 12 Perpustakaan Sekolah di Sawahlunto Terakreditasi

Menurut Tatang, kelengkapan fasilitas tersebut memungkinkan sentra IKM beroperasi sebagai pusat produksi bersama sekaligus tempat pelatihan berkelanjutan bagi perajin pemula maupun perajin aktif.

Gedung sentra IKM yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian itu juga dilengkapi fasilitas penginapan yang dapat dimanfaatkan untuk pelatihan intensif dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Riyanda menekankan, pembenahan manajerial dan pengaturan operasional menjadi kunci agar seluruh layanan dapat berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

“Jika dikelola dengan baik, sentra ini akan menjadi penggerak ekonomi lokal, menjaga keberlanjutan songket Silungkang, sekaligus memperkuat posisi Sawahlunto dalam ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata budaya,” katanya. (rdr/ant)