BERITA

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk kembali Beroperasi

2
×

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, 20 Gardu Induk kembali Beroperasi

Sebarkan artikel ini
PLN juga memodifikasi alat berat atau crane menjadi tower darurat untuk mengganti salah satu tower yang terdampak bencana di jalur transmisi 150 kV Pangkalan Brandan - Langsa. (dok. Humas PLN)
PLN juga memodifikasi alat berat atau crane menjadi tower darurat untuk mengganti salah satu tower yang terdampak bencana di jalur transmisi 150 kV Pangkalan Brandan - Langsa. (dok. Humas PLN)

ACEH, RADARSUMBAR.COM – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Pemulihan ditandai dengan beroperasinya kembali seluruh 20 Gardu Induk (GI) di Aceh sehingga sistem kelistrikan utama kembali normal.

Advertisement

Pemulihan kelistrikan tersebut didukung penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Tonggak pentingnya adalah kembali beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya yang memastikan pasokan listrik dapat disalurkan secara optimal ke seluruh GI di Aceh.

Dengan sistem utama yang telah normal, PLN kini memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan akses terbatas.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan dilakukan sesuai arahan Pemerintah. PLN terus mempercepat penormalan hingga pasokan listrik kembali sepenuhnya dinikmati masyarakat.

“Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan Menteri ESDM, kami terus melanjutkan penormalan kelistrikan Aceh dengan dukungan berbagai pihak. Alhamdulillah, sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Seluruh gardu induk sudah beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali berfungsi. Ini menjadi fondasi penting bagi pasokan listrik yang stabil,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, PLN berhasil mengoperasikan kembali PLTU Nagan Raya dengan cadangan sistem yang memadai. Beroperasinya pembangkit ini sekaligus mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian dari sistem kelistrikan Aceh.

PLN juga telah memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang menjadi tulang punggung interkoneksi Sumatra–Aceh dan sempat terputus akibat banjir serta tanah longsor.

Darmawan menegaskan bahwa penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, terutama di wilayah yang masih tergenang air atau berlumpur.

“Kami memastikan proses penormalan distribusi dilakukan secara aman agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan nyaman,” katanya.

PLN berkomitmen terus meningkatkan keandalan layanan kelistrikan serta memantau sistem secara berkelanjutan hingga seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal. (rdr/ant)