BERITA

Jaringan Telekomunikasi Aceh Mulai Pulih, 73,5 Persen BTS Sudah Beroperasi Normal

0
×

Jaringan Telekomunikasi Aceh Mulai Pulih, 73,5 Persen BTS Sudah Beroperasi Normal

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang hadir langsung dalam Panen Raya Ikan Nila di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cipancur Cimahi Farm Feed, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/10/2025). (dok. Komdigi)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (dok. Komdigi)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa sebanyak 73,5 persen base transceiver station (BTS) di Provinsi Aceh telah kembali beroperasi normal atau on air.

Advertisement

“Dalam satu hari terakhir, dari 17 Desember ke 18 Desember, kami melihat kenaikan pemulihan BTS yang cukup tinggi, dari kisaran 50 persen. Tadi pukul 00.00 WIB, BTS yang sudah on air mencapai 73,5 persen,” kata Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Jumat.

Meutya menuturkan Kemkomdigi bersama operator seluler terus melakukan upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah yang masih terdampak bencana, antara lain Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.

“Pada angka 73 persen ini meskipun mengalami kenaikan, tetap harus kita kejar hingga 100 persen,” ujarnya.

Sementara itu, pemulihan jaringan BTS di provinsi lain menunjukkan perkembangan signifikan. Di Sumatera Barat, operasional BTS telah pulih hingga 99 persen, sedangkan di Sumatera Utara mencapai 98 persen.

Meutya menegaskan pemerintah akan memetakan kabupaten dan kota prioritas yang masih membutuhkan pemulihan jaringan. Menurutnya, kelancaran komunikasi menjadi faktor penting dalam mendukung pemulihan sektor-sektor lain pascabencana.

“Informasi itu menentukan keberlangsungan proses pemulihan di sektor lain, termasuk bagi keluarga dan saudara-saudara kita yang terdampak bencana, khususnya di Aceh,” ucapnya.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho menjelaskan, kendala utama dalam pemulihan jaringan di wilayah terdampak bencana berasal dari pasokan listrik yang belum sepenuhnya pulih.

“Kendala utamanya dari sisi listrik karena banyak jaringan sutet yang roboh dan belum dapat disambungkan kembali. Integrasi dengan pembangkit listrik juga belum bisa dilakukan sepenuhnya,” jelas Nugroho.

Selain itu, gangguan pada kabel fiber optik akibat banjir dan longsor turut menghambat proses pemulihan jaringan. Meski demikian, Telkomsel memastikan akan mengerahkan seluruh sumber daya dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Upaya ekstra terus kami lakukan, baik dari sisi penyediaan listrik melalui genset, menunggu pemulihan PLN, maupun alternatif transport jaringan seperti penggunaan satelit atau jalur kabel bawah laut. Semua kami lakukan semaksimal mungkin,” kata Nugroho. (rdr/ant)