AGAM

Dampak Bencana, Lima Kecamatan di Agam Krisis Air Bersih

0
×

Dampak Bencana, Lima Kecamatan di Agam Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Distribusi air bersih di Agam. (dok. Antara)
Distribusi air bersih di Agam. (dok. Antara)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sebanyak lima dari 16 kecamatan di daerah tersebut mengalami kekurangan air bersih akibat kerusakan jaringan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas) serta sumber air di hulu sungai yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Jaringan Pamsimas dan jaringan air bersih lainnya rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Rabu.

Lima kecamatan yang terdampak kekurangan air bersih tersebut yakni Tanjung Raya, Malalak, Ampek Koto, Palembayan, dan Matur.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, serta pihak terkait lainnya mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki.

“Pendistribusian air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki, sementara masyarakat menyiapkan bak penampung air,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, saat ini dibutuhkan bantuan berupa pipa air untuk memperbaiki jaringan yang rusak agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam menyebabkan kerusakan pada sejumlah titik sumber air bersih akibat longsoran tanah di kawasan hulu.

Bencana hidrometeorologi tersebut juga mengakibatkan 192 orang meninggal dunia, 72 orang masih dinyatakan hilang, dan delapan orang dirawat.

Selain itu, tercatat 472 rumah rusak ringan, 290 rumah rusak sedang, dan 838 rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada 114 fasilitas pendidikan, 11 tempat ibadah, 49 jembatan, dan 69 ruas jalan.

Sementara itu, lahan pertanian yang terdampak bencana mencapai 1.948,23 hektare, serta berbagai fasilitas umum lainnya. (rdr/ant)