LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membutuhkan tambahan 70 alat berat dan mobil dump truck untuk membersihkan material banjir bandang, tanah longsor, dan melakukan normalisasi sungai pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan kebutuhan mencakup 52 unit excavator, 4 unit wheel loader, dan 24 mobil dump truck untuk tujuh kecamatan terdampak, yakni Palembayan, Palupuh, Malalak, Tanjung Raya, Ampek Koto, Matur, dan satu kecamatan lainnya.
Saat ini, pihaknya baru memiliki 45 alat berat yang tersebar di beberapa kecamatan, terdiri dari 38 excavator, 4 wheel loader, 3 bulldozer, dan 15 dump truck. Alat-alat ini digunakan untuk membersihkan sisa material, membawa material, dan menormalisasi sungai agar akses jalan kembali terbuka.
Rahmat menambahkan, jalan dan jembatan terisolir saat ini berada di Banio Balirik Nagari Pagadih, Anak Aia Kijang Nagari Nan Tujuah (Palupuh), Sinir Air Nagari Malalak Selatan, Lambeh (Palembayan), dan Pambatuangan (Matur).
Bencana ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 192 orang meninggal, 72 orang hilang, dan 8 orang dirawat. Selain itu, terdapat 472 rumah rusak ringan, 290 rusak sedang, 838 rusak berat, 114 fasilitas pendidikan rusak, 11 tempat ibadah rusak, 49 jembatan rusak, 69 jalan rusak, dan 1.948,23 hektare lahan pertanian terdampak.
Rahmat berharap dukungan alat berat dari perusahaan maupun perorangan dapat segera membantu percepatan pembersihan material dan pemulihan infrastruktur di Kabupaten Agam. (rdr/ant)







