JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seluruh rumah sakit terdampak bencana di Sumatra kini sudah mulai beroperasi secara bertahap, dengan layanan dasar seperti IGD dan ruang operasi kembali dibuka untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari 41 rumah sakit yang sempat tutup akibat bencana pada 26 November, kini semuanya sudah mulai melayani pasien. “Alhamdulillah, 100 persen rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi, meski secara bertahap,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Kendala utama yang masih dihadapi adalah terbatasnya pasokan listrik dan air bersih, sehingga beberapa layanan kritis seperti hemodialisis, radiologi, dan ICU belum sepenuhnya berjalan. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin menambahkan, pemerintah terus berkoordinasi dengan daerah untuk penyediaan genset, BBM, dan perbaikan jaringan listrik.
Beberapa rumah sakit yang sudah kembali melayani pasien antara lain:
- RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang: IGD, rawat inap, rawat jalan, dan kamar operasi dibuka, tetapi layanan ICU dan hemodialisis belum berjalan.
- RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS), Peureulak: IGD dan poliklinik beroperasi, namun listrik dan air masih terbatas.
- RSUD Langsa, Kota Langsa: IGD, rawat inap, ICU, NICU, dan ruang bedah kembali aktif, tapi hemodialisis dan radiologi belum bisa digunakan.
- RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur: IGD, laboratorium, dan rawat inap berjalan, layanan hemodialisis dan radiologi terhenti karena pemadaman listrik.
- RSUD Tanjung Pura, Langkat: Melayani ribuan pasien rawat jalan menggunakan tenda dan posko darurat, sementara fasilitas utama masih diperbaiki.
Agus menegaskan, keselamatan pasien menjadi prioritas utama dan dukungan logistik serta teknis terus diberikan sampai layanan rumah sakit kembali normal sepenuhnya. (rdr/ant)







