PADANG, RADARSUMBAR.COM — Sebanyak 1.540 debitur Bank Nagari tercatat terdampak bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat sejak akhir November 2025.
Data tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan pemetaan aktif yang dilakukan kantor-kantor cabang Bank Nagari di daerah yang terkena dampak langsung bencana.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan hasil identifikasi awal tersebut telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatra Barat sebagai bagian dari kewajiban pelaporan dan koordinasi penanganan nasabah terdampak bencana.
“Hasil pendataan ini kami sampaikan kepada OJK sebagai dasar penanganan dan kebijakan lanjutan bagi debitur yang terdampak,” ujar Gusti Candra, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, Bank Nagari belum dapat merinci nilai kerugian yang dialami nasabah, baik perorangan maupun pelaku UMKM, karena hal tersebut menjadi kewenangan instansi pemerintah terkait.
Namun demikian, dari sisi perbankan, total outstanding kredit dari 1.540 debitur terdampak tersebut mencapai sekitar Rp199,1 miliar.
Menurutnya, dampak bencana terhadap debitur bersifat beragam. Sebagian nasabah mengalami dampak langsung saat kejadian banjir bandang.
Sementara lainnya terdampak secara tidak langsung akibat terputusnya akses transportasi dan logistik, terganggunya distribusi barang, hingga hasil produksi yang tidak dapat dipanen atau dijual.
“Oleh karena itu, tidak ada sektor usaha tertentu yang menjadi prioritas. Semua akan dinilai berdasarkan tingkat dampak dan kemampuan masing-masing debitur,” ujarnya.
Saat ini, Bank Nagari terus melakukan pemantauan aktif melalui monitoring dan supervisi oleh kantor cabang yang berkoordinasi dengan unit terkait di Kantor Pusat.
Inventarisasi, pendampingan, dan tindak lanjut di lapangan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha para debitur pascabencana. (rdr)






