AGAM

Pemkab Agam Siapkan Dua Lokasi Hunian Sementara untuk Korban Banjir Palembayan

0
×

Pemkab Agam Siapkan Dua Lokasi Hunian Sementara untuk Korban Banjir Palembayan

Sebarkan artikel ini
Lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, lokasi bakal dibangun hunian sementara. ANTARA/Yusrizal.

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir hidrometeorologi di Kecamatan Palembayan.

Camat Palembayan, Sabirun, mengatakan dua lokasi tersebut berada di lapangan bola SDN 05 Kayu Pasak seluas sekitar satu hektare dan Balai Benih Ikan di Gumarang dengan luas sekitar dua hektare.

“Kedua lokasi itu merupakan tanah milik pemerintah daerah,” kata Sabirun di Lubuk Basung, Minggu.

Ia menjelaskan hunian sementara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat serta berada di zona merah atau sepanjang aliran Sungai Batang Nanggang. Huntara tersebut akan menampung warga dari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, dan Tigo Koto Silungkang.

“Pembangunan hunian sementara direncanakan mulai dalam beberapa hari ke depan dan akan dikerjakan oleh TNI. Material bangunan dijadwalkan tiba pada Senin (14/12),” ujarnya.

Saat ini, kata Sabirun, sekitar 780 orang masih mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Masjid Taqwa, Mushalla Tuanku Ibadai, serta rumah kerabat karena rumah mereka rusak atau diliputi rasa khawatir.

“Bagi warga yang rumahnya tidak rusak, saat cuaca cerah mereka kembali ke rumah, namun ketika hujan memilih mengungsi ke rumah keluarga,” katanya.

Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menegaskan pembangunan hunian sementara pada masa tanggap darurat akan segera direalisasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kuncinya adalah kesiapan masyarakat yang rumahnya rusak berat. Hunian sementara akan kami siapkan, namun warga harus menyatakan kesediaannya untuk menempatinya,” kata Benni.

Ia mengimbau masyarakat yang rumahnya rusak berat agar segera melaporkan kesediaan tersebut demi mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana. (rdr/ant)