PESISIR SELATAN

Dinas PUPR Pessel Tegaskan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana jadi Prioritas

2
×

Dinas PUPR Pessel Tegaskan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesisir Selatan, Fahrezi Eka Siska. (Foto: Teddy-Radarsumbar)

‎PAINAN, RADARSUMBAR.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan prioritas pemulihan infrastruktur pasca bencana banjir dan tanah longsor.

Kepala Bidang Bina Marga Fahrezi Eka Siska mengungkapkan selama masa tanggap darurat pihaknya fokus pada pembersihan material yang terbawa longsor dan banjir yang mengisolasi sejumlah wilayah.

‎”Dengan akses yang lancar tentu upaya pemulihan berjalan optimal,” ungkapnya di Painan, Kamis (11/12/2025).Tingginya curah hujan yang terjadi pada 21 November-22 Novermber 2025 memicu banjir dan tanah longsor di 10 kecamatan dan 15 kecamatan yang ada di Pesisir Selatan.

Selain meluluhlantakkan lahan pertanian dan fasilitas publik lainnya, banjir dan tanah longsor juga turut memporak porandakan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

‎Eka melanjutkan kondisi itu berdampak pada terisolasinya sejumlah wilayah di daerah berjuluk ‘Negeri Sejuta Pesonaitu seperti di Kecamatan Bayang, Bayang Utara, Lengayang dan Kecamatan Sutera.

Akibatnya distribusi bantuan seperti logistik, obat-obatan dan proses evakuasi warga terdampak bencana jadi lamban. Dengan demikian tanggap darurat bencana tidak optimal.

‎”Di Nagari Ngalau Gadang Kecamatan Bayang Utara, misalnya, Alhamdulillah akses sudah lancar,” tuturnya.

Selain itu TNI kini juga tengah membangun jembatan darurat di Ngalau Gadang. Untuk menjadi jembatan permanen bakal dikerjakan pada 2026.

Sedangkan untuk jangka menengah terang Eka pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat melalui Balai Kementerian Pekerjaan Umum.

Upaya itu guna optimalisasi rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar pasca bencana, mengingat terbatasnya keuangan daerah.

Ia menyadari pentingnya keandalan infrastruktur dasar sebagai penunjang utama perekonomian masyarakat dan daerah.

‎”Insyaa Allah kami telah koordinasikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar pasca bencana,” terangnya. (rdr/teddy)