AGAM

75 Pasien Dirawat, Pemkab Agam Tanggung Semua Biaya Pengobatan Korban Bencana

0
×

75 Pasien Dirawat, Pemkab Agam Tanggung Semua Biaya Pengobatan Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Korban meninggal dunia dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Dok ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban banjir bandang yang melanda daerah itu. Hingga Selasa (9/12) sore, sebanyak 75 pasien telah dirawat di RSUD Lubuk Basung.

Direktur RSUD Lubuk Basung, Muhammad Riko Krisman, mengatakan seluruh layanan bagi korban bencana diberikan gratis, mulai dari rawat inap, operasi, obat-obatan, hingga pemeriksaan lanjutan. Semua biaya ditanggung Pemkab Agam selama masa tanggap darurat.

“Ini sesuai dengan Surat Keputusan Tanggap Darurat yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Agam. Seluruh korban berhak mendapatkan layanan penuh tanpa beban biaya,” ujarnya di Lubuk Basung, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa penanganan pasien telah dilakukan secara menyeluruh sejak gelombang korban tiba di fasilitas kesehatan tersebut. Hingga pukul 16.00 WIB pada Selasa (9/12), tercatat:

  • 10 pasien masih dirawat,
  • 3 pasien dirujuk ke rumah sakit lain,
  • 2 pasien meninggal dunia,
  • 61 pasien telah dipulangkan setelah membaik,
  • 37 pasien menjalani operasi.

“Situasi ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan stamina dari seluruh tim medis. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian besar korban mengalami luka berat, seperti robekan kulit, kerusakan jaringan, dan patah tulang. Namun ada pula korban dengan cedera di wajah dan kepala yang membutuhkan perbaikan jaringan serta tindakan lanjutan. Beberapa pasien masih dirawat intensif akibat infeksi luka atau gangguan pernapasan.

RSUD Lubuk Basung memastikan ruang operasi, IGD, dan ruang perawatan siaga 24 jam, meski beban kerja meningkat tajam. Seluruh tenaga kesehatan bekerja secara bergiliran demi menjaga kualitas layanan.

Selain menangani korban selamat, rumah sakit juga tengah melakukan identifikasi jenazah. Dari 27 kantong jenazah yang diterima:

  • 13 jenazah telah teridentifikasi,
  • 14 jenazah masih dalam proses,
  • 8 jenazah disimpan di ruang penyimpanan RSUD,
  • 13 jenazah dipulangkan ke keluarga,
  • 6 jenazah dialihkan ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan.

Proses identifikasi ditangani oleh tim gabungan dari DVI Polda Riau, Polda Sumbar, Polres Agam, Dinas Dukcapil Agam, Dinkes Agam, serta UPTD RSUD Lubuk Basung, melalui pemeriksaan ciri fisik, sidik jari, barang korban, struktur gigi, hingga tes DNA jika diperlukan.

Pemkab Agam juga mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan guna mempercepat pemulihan korban serta memperlancar identifikasi jenazah. Riko menekankan pentingnya memperhatikan kondisi psikologis keluarga penyintas, yang memerlukan pendampingan profesional untuk pulih dari trauma pascabencana. (rdr/ant)