BERITA

Komnas HAM Minta Pemerintah Koreksi Kebijakan Hutan dan Lingkungan Pascabencana di Sumatera

0
×

Komnas HAM Minta Pemerintah Koreksi Kebijakan Hutan dan Lingkungan Pascabencana di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Petugas mengoperasikan eskavator untuk membersihkan jalan akses antardesa dari batang-batang kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (7/12/2025). (ANTARA FOTO/ERLANGGA BREGAS PRAKOSO)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan lembaganya tengah mendalami penyebab bencana hidrometeorologi yang menewaskan ratusan korban jiwa di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

“Komnas HAM sedang melakukan pengamatan situasi untuk mendalami faktor-faktor penyebab bencana,” ujarnya di Kota Padang, Rabu.

Hal itu disampaikan Pramono dalam kegiatan doa bersama rangkaian Peringatan Hari HAM Sedunia yang sekaligus menjadi momentum refleksi atas bencana ekologis yang melanda tiga provinsi di Sumatera.

Ia menegaskan bahwa Komnas HAM juga akan mempelajari dampak bencana serta menilai langkah-langkah pemerintah daerah dalam penanganan di Sumatera Barat. Komnas HAM ingin memastikan para penyintas mendapatkan layanan terbaik tanpa mengabaikan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Untuk jangka panjang, Komnas HAM mendorong pemerintah mengoreksi berbagai kebijakan terkait kawasan hutan dan lingkungan yang dinilai turut berkontribusi terhadap parahnya bencana ekologis di wilayah Sumatera.

Menurut Pramono, penanganan dan pemulihan daerah terdampak bencana perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuka agama lintas latar belakang. Ia menyebut solidaritas sosial antarkelompok harus diperkuat.

“Bencana ekologis tidak pernah memilih korban, apakah suku, ras, ataupun agama tertentu. Karena itu, diperlukan kontribusi semua pihak, tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan sejumlah kegiatan Komnas HAM dalam memperingati Hari HAM Sedunia, mulai dari penyerahan bantuan, pengamatan situasi, doa bersama, hingga koordinasi dengan instansi pemerintah terkait.

“Tahun ini, tema Hari HAM Sedunia sangat relevan. Warga terdampak bencana kehilangan berbagai hak dasar, bukan hanya sandang, pangan, dan papan, tetapi juga hak atas pendidikan, kesehatan, pekerjaan yang layak, serta hak atas lingkungan hidup yang sehat,” katanya. (rdr/ant)