LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan jumlah korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di daerah itu meningkat menjadi 190 orang hingga Rabu (10/12) malam.
“Data terakhir pada Rabu (10/12) sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelumnya jumlah korban meninggal tercatat 188 orang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubukbasung.
Dari total korban meninggal, rinciannya adalah:
- Kecamatan Malalak: 14 orang
- Kecamatan Tanjung Raya: 10 orang
- Kecamatan Palupuh: 1 orang
- Kecamatan Matur: 1 orang
- Kecamatan Palembayan: 138 orang
Sementara itu, 62 orang masih dinyatakan hilang, masing-masing di Kecamatan Malalak (3 orang), Tanjung Raya (2 orang), Palembayan (66 orang), dan Lubuk Basung (1 orang).
“Sebanyak 25 korban meninggal hingga kini belum teridentifikasi oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, pencarian korban yang belum ditemukan akan dilanjutkan Kamis (11/12) oleh tim gabungan dari BPBD Agam, TNI, Polri, Basarnas, PMI, relawan, dan berbagai unsur lainnya. Pencarian dibantu alat berat karena sebagian korban diperkirakan tertimbun material banjir bandang berupa tanah dan pohon.
Hingga kini terdapat 13 korban luka yang masih menjalani perawatan, 4.117 warga mengungsi, dan 988 warga terdampak atau terisolasi.
Data kerusakan yang tercatat meliputi:
- Rumah rusak ringan: 493 unit
- Rumah rusak sedang: 359 unit
- Rumah rusak berat: 600 unit
- Tempat ibadah terdampak: 11 unit
- Jembatan rusak: 67 titik
- Jalan rusak: 49 titik
- Fasilitas pendidikan rusak: 99 unit
- Irigasi rusak: 125 unit
- Bendungan rusak: 16 unit
- Ternak mati: 5.025 ekor
- Lahan pertanian terdampak: 1.813,70 hektare
“Total kerugian akibat banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung tersebut mencapai Rp682,35 miliar,” kata Rahmat. (rdr/ant)






