AGAM

Korban Meninggal Bencana Hidrometeorologi di Agam jadi 188 Orang, 72 masih Hilang

0
×

Korban Meninggal Bencana Hidrometeorologi di Agam jadi 188 Orang, 72 masih Hilang

Sebarkan artikel ini
Personel Polri sedang mencari korban yang hilang dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Dok ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di daerah itu mencapai 188 orang, sementara 72 orang lainnya masih hilang.

“Data ini merupakan update per Selasa (9/12) sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubukbasung, Rabu.

Advertisement

Rahmat menjelaskan, korban meninggal tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Malalak sebanyak 14 orang dengan tiga orang belum ditemukan, Kecamatan Tanjung Raya 10 orang meninggal dan dua orang hilang.

Di Kecamatan Palupuh dan Matur, masing-masing satu orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara Kecamatan Palembayan mencatat korban paling banyak, yakni 138 orang meninggal dan 66 orang masih hilang. Di Kecamatan Lubuk Basung, satu orang masih dinyatakan belum ditemukan.

“Sebanyak 23 korban meninggal belum teridentifikasi oleh pihak kepolisian,” tambahnya.

Upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang akan dilanjutkan pada Rabu (10/12) oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Agam, TNI, Polri, Basarnas, PMI, serta para relawan. Pencarian menggunakan alat berat karena para korban diduga tertimbun material banjir bandang berupa tanah dan pohon.

“Kami berharap seluruh korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Selain korban meninggal, sebanyak 13 orang masih menjalani perawatan, 4.117 warga mengungsi, dan 988 orang masih terisolasi. Dampak kerusakan juga meluas, meliputi:

  • Rumah rusak ringan: 493 unit
  • Rumah rusak sedang: 359 unit
  • Rumah rusak berat: 600 unit
  • Tempat ibadah terdampak: 11 unit
  • Jembatan rusak: 67 titik
  • Jalan rusak: 49 titik
  • Fasilitas pendidikan: 99 unit
  • Irigasi rusak: 125 unit
  • Bendungan: 18 unit
  • Ternak mati: 6.025 ekor
  • Lahan pertanian rusak: 1.813,70 hektare

Rahmat menyebut total kerugian mencapai Rp682,35 miliar akibat banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Agam. (rdr/ant)