PESSEL, RADARSUMBAR.COM – Tim Tanggap Darurat Bencana Sumatera Barat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya di Kecamatan Bayang Utara.
Kunjungan ini bertujuan melakukan observasi lapangan sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana.
Keberangkatan tim dilepas oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Evafauza Yuliasman, bersama dinas terkait di Kantor Bupati Pessel. Tim ini dipimpin oleh Prof. Ilma (Farmasi ITB) dengan anggota: Prof. Dr. Marlina (Farmasi Unand), Prof. Denny Helard (Teknik Lingkungan Unand), Ir. Durain, M.T. (Teknik Mesin UNP), Prof. Yenny Narny, Ph.D. (Manajemen Bencana Unand), Dr. Hamdi, M.Si. (Fisika UNP), Syukri, S.Si. (IA ITB), Ns. Inka Selvia, S.Kep. (Keperawatan Unand), Tojo Irnanto, S.Kom., M.H. (Balai Monitor Padang), serta didampingi Bendahara KONI Pessel, Dison Kurnia Ilahi, S.H.
Prof. Ilma menyampaikan bahwa bencana geohidrometeorologis di Sumbar kali ini termasuk sangat besar karena memicu banjir dan longsor sekaligus (Balong) yang menyebabkan banyak korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan warga kehilangan tempat tinggal.
“Bencana merupakan kejadian yang tidak diharapkan, namun menjadi panggilan moral bagi kami untuk hadir, terlibat, dan bergerak cepat.”
“Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk kepedulian dan pengabdian untuk negeri dengan bertindak cepat, tepat, dan berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana dari Kemenristek Dikti, yang melibatkan ITB bersama sejumlah perguruan tinggi mitra, seperti UNP, Unand, UIN, IA-ITB, KOMDIGI, serta BALMON.
Sementara itu, Bendahara KONI Pessel, Dison Kurnia Ilahi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim ITB atas kepedulian terhadap masyarakat Pesisir Selatan.
Putra asli Bayang itu juga mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas di tengah cobaan ini.
“Semoga kekuatan, kesabaran, dan semangat gotong royong selalu menyertai saudara-saudara kita di Pessel.”
“Secara bersama maupun pribadi, semampu dan sebisa saya akan terus hadir, mendampingi, dan berkontribusi bagi masyarakat hingga bangkit kembali,” tutup Dison. (rdr)






