PADANG

Sediakan 1.200 Porsi Tiap Hari, Dapur Umum Dinsos Padang Jamin Asupan Gizi Pengungsi

0
×

Sediakan 1.200 Porsi Tiap Hari, Dapur Umum Dinsos Padang Jamin Asupan Gizi Pengungsi

Sebarkan artikel ini
Posko Bencana Alam (ANTARA/HO/Ist)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Dinas Sosial Kota Padang, Sumatera Barat, memastikan kebutuhan gizi pengungsi tetap terpenuhi melalui penyediaan makanan bergizi dari dapur umum yang beroperasi sejak 27 November di Posko Pengungsian Akademi Maritim Sapta Muda, Koto Tuo.

Setiap hari, dapur umum menyiapkan hingga 1.200 porsi makanan bagi warga terdampak banjir dan banjir lumpur.

Pekerja Sosial Dinsos Kota Padang, Budi Sastrialdi, menyebutkan bahwa layanan dapur umum dirancang untuk memenuhi standar kebutuhan dasar, termasuk kecukupan gizi para pengungsi.

“Kita melayani makanan sebanyak seribu porsi yang sudah terkemas setiap hari. Kita mulai dari tanggal 27 sampai sekarang tanggal 4,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (4/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa perencanaan menu dibuat setiap hari berdasarkan ketersediaan logistik dan kebutuhan gizi warga. Bahan segar seperti ikan, ayam, sayuran, dan bumbu dibeli menggunakan anggaran tanggap darurat demi memastikan pengungsi menerima menu yang layak.

“Bahan basah seperti ikan, bumbu-bumbu, sayuran, dan cabai kita beli dari dinas. Jadi perencanaannya sudah ada dulu, lalu disampaikan ke Dinas Sosial untuk dipenuhi,” jelasnya.

Operator dapur umum, Eko Giyono, memastikan menu selalu mengandung sumber protein dan sayuran untuk menjaga asupan gizi pengungsi.

“Ada ayam, ada ikan, ada yang kita goreng, ada yang kita gulai… apa pun bahan yang ada, itu yang kita masak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan logistik dari Dinsos sangat menentukan penyusunan menu. “Kalau logistik datang terlambat, kita sesuaikan dengan bahan yang ada di gudang, kadang telur. Kita sesuaikan, Pak,” ujarnya.

Pada hari pertama, dapur umum hanya mengolah bahan seadanya. Namun setelah pasokan logistik stabil, menu mulai ditata agar lebih bervariasi dan bergizi. Sarapan disediakan dalam bentuk bubur kacang hijau atau nasi goreng, sementara makan siang dan malam diisi lauk ayam, ikan, telur, serta sayuran sesuai stok.

Kualitas makanan juga dijaga agar layak dikonsumsi seluruh kelompok usia, termasuk lansia dan balita. “Perbaikan gizinya seperti lauk ayam, ikan, dan sayur kita sesuaikan agar layak,” kata Eko.

Dinsos Padang memproyeksikan dapur umum tetap beroperasi hingga 8 Desember, dengan kemungkinan perpanjangan bila masa darurat belum berakhir. Budi berharap pemenuhan gizi yang baik dapat membantu pengungsi tetap sehat selama berada di posko.

Ketua RT 01/RW 04 Kelurahan Koto Panjang, Hafardi, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, khususnya Dinsos Kota Padang, yang dinilai telah bekerja maksimal membantu warga terdampak.

Ia menyebut seluruh warga RT 01 sudah mendapatkan makanan bergizi dari pemerintah serta bantuan dari donatur yang terus mengalir.

“Bagus, sampai hari ini kita masih mendapat bantuan dari Pemda, khususnya makanan dan air. Bantuan di sini sampai hari Minggu. Setelah itu kita pulang karena rumah sedang tahap pemulihan dan pembersihan,” ujarnya. (rdr/ant)