JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan bahwa tim penyelidik dugaan praktik pembalakan liar di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) telah dibentuk.
Hal tersebut disampaikan Dedi saat meninjau Posko Ante Mortem Polda Sumbar di Rumah Sakit Bhayangkara, Padang, Kamis.
“Bareskrim sudah membentuk tim, nanti akan berkolaborasi dengan Polda Sumbar,” kata Dedi, yang didampingi Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Solihin.
Ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari Bareskrim dan Polda Sumbar akan melakukan pendalaman serta penyelidikan terhadap praktik penebangan liar atau pembalakan yang diduga terjadi di kawasan hulu.
Isu pembalakan liar kembali menjadi sorotan setelah banjir bandang melanda Padang beberapa waktu lalu. Saat bencana terjadi, arus air tidak hanya membawa lumpur, tetapi juga kayu-kayu besar dan batang pohon.
Wakapolri menegaskan bahwa Polri tidak tinggal diam atas informasi tersebut dan telah mengambil langkah hukum melalui pembentukan tim investigasi.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) juga menyoroti praktik pembalakan liar saat melakukan kunjungan kerja ke Padang pada 30 November. Ia menegaskan bahwa setiap aktivitas yang merusak lingkungan harus diberantas.
“Jika ada aktivitas pembalakan atau penambangan liar di wilayah hulu, semuanya harus ditertibkan karena berdampak langsung pada masyarakat yang berada di hilir,” ujar Titiek.
Ia bahkan meminta agar izin yang diberikan kepada aktivitas pembalakan atau penambangan di daerah hulu ditinjau ulang dan dibatalkan apabila terbukti menimbulkan kerusakan.
“Dengan curah hujan seperti sekarang saja dampaknya sudah seperti ini, apalagi jika curah hujan lebih besar,” katanya. (rdr/ant)






