JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan para guru dan siswa yang terdampak banjir disertai lumpur di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), mendapatkan bantuan untuk meringankan beban mereka pascabencana.
“Kami juga menyerahkan bantuan untuk ibu-ibu guru dan siswa yang rumahnya terdampak banjir. Mudah-mudahan ini bisa membantu meringankan beban,” ujar Abdul Mu’ti di Padang, Kamis.
Kepastian itu ia sampaikan saat meninjau langsung SMAN 1 Batang Anai yang ikut terdampak banjir. Ia menuturkan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh warga pendidikan mendapat perhatian, terutama mereka yang mengalami kerugian material.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan rumah warga, sehingga mereka dapat segera kembali tinggal dengan aman dan nyaman.
“Mudah-mudahan bisa membantu mempercepat proses pembersihan rumah,” ujarnya.
Sejumlah rumah guru dan siswa dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius akibat terjangan air dan endapan lumpur. Sebagian dari mereka harus mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun fasilitas umum yang disediakan pemerintah daerah. Bahkan, ada rumah siswa yang hanyut diterjang banjir bandang yang sebelumnya menelan ratusan korban jiwa.
Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan para guru dan siswa terpenuhi, termasuk dukungan logistik dan fasilitas pendukung proses belajar mengajar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut membantu penanganan banjir di Padang Pariaman.
Adapun bantuan awal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk sektor pendidikan yang terdampak banjir dan longsor di Sumbar meliputi 3.500 perlengkapan sekolah, 300 perlengkapan keluarga, dan lebih dari 1.000 paket sembako.
Selain itu, disalurkan juga bantuan operasional tanggap darurat bagi 423 sekolah terdampak senilai Rp5,7 miliar, 25 tenda sekolah darurat, santunan bagi siswa dan guru yang meninggal atau dirawat senilai Rp293 juta, satu unit Starlink, serta paket makanan ringan untuk anak. (rdr/ant)






