PADANG

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Kerahkan 2.000 Personel Percepat Evakuasi dan Buka Akses Wilayah Terisolasi

0
×

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Kerahkan 2.000 Personel Percepat Evakuasi dan Buka Akses Wilayah Terisolasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kondisi rumah di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam kondisi rusak berat dampak banjir bandang. Dok ANTARA/Yusrizal

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol bersama unsur pemerintah terus mempercepat penanganan pascabencana di Sumatera Barat, khususnya dalam proses evakuasi korban dan pembukaan akses wilayah yang masih terisolasi.

“Kami tetap melakukan pencarian sesuai waktu tanggap darurat. Fokus kami adalah evakuasi korban dan pembenahan fasilitas umum,” kata Inspektorat Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Brigjen TNI Heri Susanto, di Kota Padang, Selasa.

Memasuki hari kelima pascabencana, sekitar 2.000 personel TNI dari Babinsa dan berbagai satuan pendukung dikerahkan untuk mempercepat pemulihan, evakuasi, serta distribusi logistik hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

“Selain itu, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga mengoperasikan tujuh dapur lapangan untuk membantu para pengungsi dan relawan,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama lembaga terkait terus mengintensifkan pencarian korban, termasuk proses identifikasi jenazah yang ditemukan.

“Sejak awal bencana, tim gabungan Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, dan SAR melakukan pencarian korban hilang, evakuasi korban luka, layanan kesehatan di posko, serta distribusi logistik,” katanya.

Untuk membuka akses wilayah terisolasi, pemerintah mengerahkan 81 alat berat, ditambah dukungan alat berat milik pihak swasta. Pemprov juga menyiapkan ruang pendingin di rumah sakit untuk mendukung identifikasi korban. Tim DVI Polri bekerja penuh untuk mempercepat proses tersebut.

Selain itu, sebanyak 350 ton beras telah didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota terdampak melalui Dinas Pangan Provinsi, dan jumlahnya akan ditambah jika diperlukan.

Menurut data Posko Tanggap Darurat Sumbar per 2 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, tercatat 193 korban meninggal dunia, dengan 161 di antaranya sudah teridentifikasi. Sebanyak 32 jenazah masih dalam proses identifikasi, 116 warga dinyatakan hilang (angka bersifat dinamis), dan 17.402 pengungsi tersebar di berbagai titik. (rdr/ant)