LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat total kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu mencapai Rp517,06 miliar.
“Kerugian tersebut berasal dari kerusakan bangunan, fasilitas umum, pertanian, perikanan, dan sektor lainnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubuk Basung, Selasa.
Ia merinci, kerusakan bangunan sekolah meliputi 22 unit TK/PAUD, 60 unit SD, 14 unit SMP, lima unit MTs, dan satu unit MA dengan total kerugian Rp10,50 miliar.
Di sektor pertanian, luas lahan terdampak mencapai 1.029,63 hektare, ternak terdampak 2.231 ekor, serta kerusakan irigasi dan sektor terkait lainnya mencapai Rp40,02 miliar.
Sementara itu, untuk sektor permukiman, tercatat 406 rumah mengalami kerusakan ringan, 188 rumah rusak sedang, dan 465 rumah rusak berat yang tersebar di 13 kecamatan, dengan total kerugian Rp235,60 miliar.
Kerusakan pada jalan, jembatan, dan infrastruktur penunjang lainnya diperkirakan mencapai Rp221,70 miliar. Adapun kerugian sektor perikanan, termasuk kematian bibit dan induk ikan, mencapai Rp9,22 miliar.
“Ini merupakan data yang kami peroleh dari organisasi perangkat daerah. Angka ini masih berupa perkiraan kerugian,” ujar Rahmat.
Ia menyebutkan, kerugian besar tersebut dipicu curah hujan tinggi yang melanda Agam sejak 19 November 2025, sehingga menimbulkan serangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Bencana ini juga menelan korban jiwa. BPBD mencatat 139 orang meninggal dunia, 86 orang masih dinyatakan hilang, dan 41 lainnya menjalani perawatan. (rdr/ant)






