PADANG PARIAMAN

Ribuan Warga Padang Pariaman Krisis Air Bersih, Intake PDAM Tirta Anai Rusak Tersapu Banjir

0
×

Ribuan Warga Padang Pariaman Krisis Air Bersih, Intake PDAM Tirta Anai Rusak Tersapu Banjir

Sebarkan artikel ini
Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis, Sekretaris Daerah Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis bersama pihak terkait meninjau lokasi jalan terban di Kecamatan Enam Lingkung. (Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman)
Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis, Sekretaris Daerah Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis bersama pihak terkait meninjau lokasi jalan terban di Kecamatan Enam Lingkung. (Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman)

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Sejumlah intake atau bangunan pengambilan air baku milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anai Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, rusak akibat banjir yang melanda daerah itu beberapa hari lalu. Kerusakan ini berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke ribuan pelanggan.

“Intake air permukaan PDAM hampir seluruhnya terdampak. V Koto Timur, Batang Gasan kena, yang berat itu di Batang Anai, dan paling parah di Asam Pulau (2×11 Kayu Tanam),” kata Direktur Utama PDAM Tirta Anai, Aznil Mardin, saat dikonfirmasi dari Sungai Garinggiang, Selasa.

Saat ini, PDAM tengah mengupayakan perbaikan intake di Batang Anai yang ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan.

Namun, kerusakan terparah terjadi di Asam Pulau. Selain tidak lagi ditemukan bangunan intake karena alur sungai berubah, akses menuju lokasi juga tertutup material longsor. Aznil mengatakan pihaknya tidak dapat segera memperbaiki intake tersebut karena ketiadaan alat berat untuk membersihkan longsoran.

Akibat kerusakan itu, sekitar 2.000 pelanggan di wilayah Lubuk Alung tidak mendapat pasokan air bersih.

PDAM Tirta Anai telah menyurati berbagai pihak untuk meminta dukungan penyediaan air bersih bagi warga Padang Pariaman. Aznil menegaskan pihaknya membutuhkan bantuan dari pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk percepatan perbaikan intake.

“Khusus di daerah Asam Pulau, hingga hari ini tidak bisa diakses pakai kendaraan apa pun. Kami butuh dukungan semua sektor karena memerlukan alat berat,” ujarnya.

Ia memperkirakan kerugian akibat rusaknya intake dan jalur pipa mencapai sekitar Rp30 miliar. Kerusakan ini berdampak besar terhadap pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan.

Sembari melakukan perbaikan, PDAM tetap menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan dapur umum dan masyarakat.

Diketahui, Sumatera Barat dilanda cuaca ekstrem pada 21–28 November yang menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah, termasuk Padang Pariaman. Salah satu dampaknya adalah kerusakan intake PDAM yang mengganggu pasokan air bersih. (rdr/ant)