JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Ganesha untuk mengangkut personel dan bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan bahwa KN SAR Ganesha diberangkatkan dari Dermaga Inggom, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (2/12) pagi. Kapal tersebut membawa personel SAR serta logistik titipan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami men-deploy personel dan membawa logistik titipan untuk saudara-saudara kita di sana,” ujar Yudhi pada Senin (1/12) malam.
KN SAR Ganesha akan menempuh pelayaran sekitar 33 jam menuju Padang, Sumatera Barat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Sibolga, Sumatera Utara. Kapal tersebut juga difungsikan sebagai sarana transportasi petugas dan pengangkut bantuan ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain kapal, Basarnas juga mengerahkan dua helikopter untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan. Satu helikopter diterbangkan dari Lampung menuju Sibolga, sementara satu lainnya diberangkatkan dari Lanud Atang Sandjaya di Jawa Barat menuju Medan.
“Selama kita masih mampu, kita akan maksimalkan. Kebutuhannya besar dan kita terus memperkuat operasi,” kata Yudhi, yang didampingi Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika.
“Kita tahu kondisinya di lapangan masih berat. Karena itu, seluruh perkuatan kita kirim agar operasi berjalan optimal.”
Basarnas juga memberangkatkan personel tambahan yang terdiri dari 43 potensi SAR dan 21 petugas penyelamat dari Kantor SAR Jakarta, Bandung, dan Banten untuk membantu penanganan bencana di Sumatera.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa lebih dari 6.000 personel telah dikerahkan untuk mendukung operasi tanggap darurat bencana sejak 25 November 2025.
Sebanyak 389 personel—terdiri atas 165 personel Basarnas dan 224 potensi SAR—ditugaskan ke wilayah Aceh, termasuk Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie.
Di Sumatera Utara, 121 personel Basarnas dan 5.378 potensi SAR diperbantukan dalam operasi yang dipimpin Kantor SAR Medan, mencakup daerah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal, dan Humbang Hasundutan.
Sementara itu, di Sumatera Barat, Kantor SAR Padang mengerahkan 128 personel serta dukungan kapal dan helikopter untuk menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor di Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, dan sejumlah daerah lainnya. (rdr/ant)





