PADANG

Mentan: Bantuan Pangan untuk Korban Banjir Sumbar Disalurkan Cepat dan Terukur

0
×

Mentan: Bantuan Pangan untuk Korban Banjir Sumbar Disalurkan Cepat dan Terukur

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman. (dok. Infopublik)
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman. (dok. Infopublik)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa bantuan pangan bagi korban banjir di Sumatera Barat (Sumbar) disalurkan pemerintah secara cepat dan terukur untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

“Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah bergerak cepat memberikan dukungan pangan serta bantuan strategis untuk mempercepat pemulihan daerah,” ujar Amran saat membuka Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) secara daring, sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu.

Dalam kegiatan pada Sabtu (29/11) itu, Mentan juga menyampaikan kepedulian mendalam terhadap masyarakat Sumbar yang tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor.

Sebagai langkah cepat, Kementan bersama lembaga terkait memastikan penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh berjalan lancar.

Amran merinci bantuan yang telah disalurkan pemerintah, yaitu:

  • Aceh: 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng
  • Sumatera Utara: 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng
  • Sumatera Barat: 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng

Khusus Sumatera Barat, Kementan menyiapkan 6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan, 1.358 kiloliter minyak goreng, tambahan 358 ton beras, serta dukungan benih padi dan jagung untuk 10.000 hektare lahan tanam.

“Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan,” ujarnya.

Amran menambahkan bahwa cadangan pangan nasional dalam kondisi sangat aman sehingga pemerintah dapat segera menyalurkan stok bantuan ketika bencana terjadi.

“Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pemerintah akan mengirim bantuan, terutama beras dan minyak goreng,” tegasnya.

Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu dengan dukungan Bapanas, Bulog, Satgas Pangan, TNI, dan unsur pemerintah daerah. Amran juga memastikan dirinya akan turun langsung ke lokasi terdampak.

Sementara itu, Ketua IKA Universitas Andalas periode 2021–2025, Rustian, menilai intensitas bencana yang tinggi di Indonesia membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pihak, termasuk alumni perguruan tinggi.

“Kalau kita lihat peta rawan bencana, warnanya hanya merah dan kuning. Tidak ada yang rendah. Jadi kontribusi alumni Unand sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana,” kata Rustian.

Menurut dia, bencana terjadi hampir setiap hari dengan intensitas 15–20 kejadian yang tercatat pusat, sedangkan di tingkat daerah bisa mencapai lebih dari 50 kejadian per hari.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, serta jaringan alumni perguruan tinggi sangat penting agar pemulihan pasca-bencana dapat berlangsung lebih cepat dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga. (rdr/ant)