LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengerahkan unit anjing pelacak (K9) untuk membantu pencarian dan evakuasi korban tanah longsor di Palembayan, Kabupaten Agam.
“Khusus untuk bencana tanah longsor di Palembayan, kami telah mengerahkan unit K9 untuk melakukan pencarian,” kata Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta di Padang, Sabtu.
Ia berharap keberadaan unit K9 dapat mempercepat pencarian korban yang terhimpit material longsor. Selain K9, Polda Sumbar juga mengerahkan satu kompi Brimob dengan total 105 personel ke lokasi.
Gatot menyampaikan bahwa ia telah meninjau wilayah Agam—yang menjadi salah satu daerah paling terdampak banjir dan longsor—melalui pemantauan udara bersama Basarnas.
“Kami memastikan laporan masyarakat bahwa sejumlah titik di Koto Alam dan Palembayan di Agam terisolir,” ujarnya.
Hasil pengecekan membenarkan laporan tersebut. Akses menuju wilayah itu tidak bisa dilalui kendaraan karena jalan putus akibat banjir dan longsor.
Untuk mengevakuasi warga terluka dan menyalurkan bantuan, Polda bersama Basarnas dan TNI menyiapkan dua helikopter. Selain itu, enam unit alat berat juga telah dikirim ke Palembayan untuk membuka akses yang terputus.
“Tadi kami menerima laporan dari Sekda tentang seorang warga dengan luka terbuka. Helikopter langsung dikirim untuk melakukan evakuasi,” jelasnya.
Setibanya di Bandara Lanud Padang, ambulans telah disiagakan untuk membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Gatot menegaskan bahwa fokus penanganan saat ini berada di Kabupaten Agam, khususnya Palembayan, karena masih ada sejumlah nagari dan perkampungan yang terisolir.
“Kini masuk ke tahap evakuasi dan rehabilitasi. Tadi malam kami sudah berkoordinasi dengan forkopimda. Data yang ada akan diinput dari tingkat paling bawah secara berjenjang ke provinsi dan BNPB,” katanya. (rdr/ant)






