AGAM

Bencana Hidrometeorologi Rugikan Agam Rp45 Miliar, Ribuan Rumah dan Lahan Rusak

0
×

Bencana Hidrometeorologi Rugikan Agam Rp45 Miliar, Ribuan Rumah dan Lahan Rusak

Sebarkan artikel ini
BPBD Agam dan Sarnas sedang mengevakuasi warga terdampak banjir di Palembayan. Dok ANTARA/HO/BPBD Agam

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak sepekan terakhir menyebabkan kerugian sekitar Rp45,48 miliar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kerusakan melanda fasilitas umum, rumah warga, irigasi, hingga lahan pertanian di 16 kecamatan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Roza Syafdefianti, mengatakan angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari sejumlah organisasi perangkat daerah.

Kerusakan infrastruktur tercatat berupa jalan sepanjang 2.801 meter dengan kerugian Rp3,45 miliar, serta kerusakan dua jembatan di Sungai Rangeh dan Surantiah, Kecamatan Tanjung Raya, dengan kerugian Rp700 juta.

Selain itu, kerusakan pada Pamsimas sepanjang 6.780 meter menimbulkan kerugian sekitar Rp1 miliar, sementara kerusakan terkait pengelolaan sumber daya air (PSDA) mencapai Rp19,08 miliar.

Sektor perumahan juga terdampak cukup parah, dengan 49 unit rumah rusak berat, 28 unit rusak sedang, dan 468 unit rusak ringan, yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp13,9 miliar. Kerusakan ini disebabkan angin kencang, pohon tumbang, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 55 unit dengan nilai kerugian Rp705 juta, sementara 11 unit irigasi ikut rusak.

Pada sektor pertanian, sekitar 555,76 hektare lahan terdampak bencana dengan total kerugian Rp5,4 miliar, serta kerugian ternak mencapai Rp50,5 juta.

Kerugian besar juga dialami sektor perikanan. Di Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, banjir bandang merusak 12,5 hektare lahan perikanan, menyebabkan 4.625.000 benih ikan mati (kerugian Rp465,5 juta) serta 7.650 induk ikan mati (kerugian Rp191,3 juta), dengan total kerugian sekitar Rp245 juta pada lahan.

Di Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, kolam seluas 2,5 hektare tertimbun dengan kerugian Rp50 juta, serta 860 ribu benih ikan mati dengan kerugian Rp86 juta.

Sementara di Koto Malintang, luapan Danau Maninjau menyebabkan delapan ton ikan mati dan menimbulkan kerugian Rp184 juta.

Di Pasia Panen, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, banjir mengakibatkan 40 unit alat tangkap hanyut (kerugian Rp150 juta), dua mesin tempel 15 PK, serta satu perahu turut hanyut.

Di Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, luapan Sungai Batang Agam menyeret sekitar dua ton ikan lele, dengan kerugian sekitar Rp50 juta. (rdr/ant)