SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, Riyanda Putra meminta perangkat dusun serta RT/RW memperketat pengawasan di titik-titik rawan banjir dan longsor seiring meningkatnya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa jajaran pemerintahan terdepan harus siaga selama 24 jam dan bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga jika terjadi bencana.
“Prioritas kita adalah keselamatan warga. Karena itu seluruh perangkat dusun dan RT/RW harus meningkatkan kewaspadaan terutama di lokasi-lokasi yang sudah dipetakan sebagai zona risiko,” kata Riyanda di Sawahlunto, Selasa.
Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan yang sistematis, mulai dari memantau pergerakan tanah, mengawasi kenaikan debit air, hingga memastikan warga di titik rawan memahami jalur evakuasi.
Pemerintah Kota juga meminta BPBD bersama perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi dan membuka kanal komunikasi cepat, baik secara digital maupun luring, untuk memantau kondisi lapangan.
Pendampingan teknis dari BPBD dan Dinas PUPR dinilai penting terutama di kawasan perbukitan, bantaran sungai, serta daerah yang memiliki riwayat longsor.
“Saya minta BPBD melakukan supervisi langsung maupun melalui grup koordinasi agar setiap laporan dari warga bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot mendorong kegiatan kerja bakti membersihkan saluran air, memantau titik penyumbatan, serta memastikan fasilitas mitigasi seperti bronjong dan drainase berfungsi optimal.
Wali Kota Riyanda juga mengimbau warga untuk tetap waspada, tidak beraktivitas di area berisiko saat hujan deras, dan segera melapor jika melihat potensi bencana di sekitar tempat tinggal.
Pemko memastikan seluruh langkah mitigasi dilakukan selaras dengan peringatan dini BMKG dan pedoman nasional kebencanaan, sehingga penanganan risiko di Sawahlunto dapat berlangsung lebih terencana dan adaptif. (rdr/ant)





