KOTA SOLOK

Batang Lembang Meluap, Empat Kelurahan di Solok Dilanda Banjir

0
×

Batang Lembang Meluap, Empat Kelurahan di Solok Dilanda Banjir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi banjir. (net)

SOLOK, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, Sumatera Barat, melaporkan ratusan rumah warga terendam banjir setelah debit air Sungai Batang Lembang meningkat akibat hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut sejak Senin malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal, mengatakan curah hujan tinggi dalam durasi yang panjang menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman serta akses jalan.

Berdasarkan data BPBD hingga Selasa pukul 11.30 WIB, banjir melanda wilayah Kelurahan Tanah Garam, KTK, Koto Panjang, dan Sinapa Piliang. Sementara itu, kejadian pohon tumbang terjadi di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam.

Rincian warga terdampak banjir sebagai berikut:

  • Kelurahan Tanah Garam: 480 KK (973 jiwa), 330 rumah terendam; termasuk 62 balita dan 31 lansia.
  • Kelurahan KTK: 51 KK (188 jiwa), termasuk 11 balita dan 8 lansia.
  • Kelurahan Koto Panjang: 9 KK (41 jiwa), termasuk 5 balita dan 3 lansia.
  • Kelurahan Sinapa Piliang: 18 KK (73 jiwa), termasuk 15 balita dan 20 lansia.

Secara total, 559 KK atau 1.279 jiwa terdampak, di antaranya 93 balita dan 62 lansia.

Selain banjir, BPBD juga menangani pohon tumbang di Kelurahan Kampung Jawa yang menimpa rumah warga bernama Asmi Akmal. Pembersihan sudah dilakukan, namun belum sepenuhnya selesai. Di Tanah Garam, pohon tumbang menimpa kabel listrik dan menutup akses jalan, tetapi sudah berhasil dibersihkan.

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, satu rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah lainnya rusak berat,” kata Edrizal.

Hingga kini petugas BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan, pemantauan, dan evakuasi warga terdampak. BPBD telah berkoordinasi dengan OPD terkait, perangkat kelurahan, dan masyarakat.

Saat ini warga membutuhkan bantuan berupa alat kebersihan, sembako, family kit, matras, dan selimut.
“Banjir belum surut dan masih menggenangi permukiman warga. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat hujan masih berlangsung,” ujarnya. (rdr/ant)