PADANG

Distribusi Air Bersih di Padang Terhenti, PDAM Kebut Perbaikan Intake

2
×

Distribusi Air Bersih di Padang Terhenti, PDAM Kebut Perbaikan Intake

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kantor Perumda Air Minum Kota Padang. (net)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Padang, Sumatera Barat, terus berupaya memulihkan intake yang terdampak banjir sehingga menyebabkan distribusi air bersih kepada pelanggan terhenti sejak Selasa (25/11) pagi.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar air yang sangat keruh akibat banjir bisa kembali diproduksi dengan jernih dan disalurkan kepada pelanggan,” kata Direktur Utama PDAM Padang, Hendra Pebrizal, di Padang, Rabu.

Ia mengatakan, sejak Selasa pagi hingga tengah malam, tim teknis PDAM tetap bekerja di lokasi intake yang mengalami gangguan akibat banjir bandang. Proses perbaikan juga melibatkan alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang.

Akibat tersumbatnya intake oleh material kayu, sampah, pasir, dan lumpur, sekitar 100.000 pelanggan PDAM Padang tidak mendapatkan pasokan air bersih.

“Tersumbatnya mulut intake itu menjadi pekerjaan utama kami sejak tengah malam,” ujarnya.

Menurut Hendra, tingginya curah hujan sepanjang Selasa telah mengganggu setidaknya 12 unit intake PDAM yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya Intake Pegambiran, Bungus, Lubuk Paraku, Kampung Koto, Ulu Gadut, dan Sikayan.

Gangguan pada intake berdampak serius terhadap distribusi air karena air baku tidak dapat dialirkan ke instalasi pengolahan air.

PDAM menargetkan sejumlah intake sudah kembali berfungsi pada Rabu (26/11), sehingga distribusi air dapat dipulihkan secara bertahap. Namun, upaya pembersihan intake bergantung pada kondisi sumber air baku.

“Kami bekerja secepat dan semaksimal mungkin,” kata Hendra.

PDAM juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas terhentinya distribusi air bersih dan kemungkinan keluarnya air keruh pada Rabu akibat percepatan distribusi.

Sementara itu, salah seorang warga Kuranji, M. Hafiz (23), berharap PDAM segera menuntaskan gangguan tersebut.
“Sejak Selasa pagi air mati, kami tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci,” ujarnya. (rdr/ant)