SUMBAR

Gubernur Imbau Warga Sumbar Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

0
×

Gubernur Imbau Warga Sumbar Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (dok. adpsb)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (dok. adpsb)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam menyusul peringatan dini bencana hidrometeorologi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saya imbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi yang dikeluarkan BMKG untuk periode 21–27 November 2025,” ujarnya di Kota Padang, Minggu.

Peringatan tersebut dikeluarkan BMKG sehubungan dengan adanya dinamika atmosfer yang meningkatkan peluang hujan lebat, banjir, dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumbar.

Mahyeldi menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia juga telah menginstruksikan seluruh unsur pemerintah daerah hingga tingkat nagari untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Ia mengajak masyarakat saling menjaga dan membantu dalam menghadapi potensi bencana.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.

BMKG menetapkan 14 kabupaten dan kota di Sumbar berstatus siaga, yakni: Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota, serta sejumlah wilayah rawan lainnya.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa penguatan signifikan angin Monsun Asia memicu dominasi angin baratan di Indonesia, termasuk di Ranah Minang.

Ia menambahkan aliran massa udara lembap dari Samudera Hindia yang bertemu topografi Bukit Barisan dapat menyebabkan pengangkatan udara (orographic lifting) yang intens, sehingga peluang terbentuknya awan hujan meningkat.

Fenomena atmosfer lain seperti IOD negatif, aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, serta anomali suhu muka laut turut memperkuat potensi awan konvektif, terutama di wilayah pesisir barat dan kawasan perbukitan Sumbar. (rdr/ant)