BERITA

JK: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, tapi juga Pusat Pemberdayaan Masyarakat

0
×

JK: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, tapi juga Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Karena itu, masjid harus memakmurkan dan sekaligus dimakmurkan oleh masyarakat.

Dalam pelantikan pengurus wilayah DMI Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan di Jayapura, Minggu, Jusuf Kalla mengajak seluruh pengurus masjid untuk menjalankan dua fungsi utama tersebut.

“Masjid bisa saja besar, tapi kalau masyarakat sekitarnya tidak makmur, maka masjid itu belum sepenuhnya dimakmurkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa kemakmuran masjid bukan hanya diukur dari bangunan fisik atau ramainya jamaah, melainkan juga dari kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Mantan wakil presiden dua periode itu menekankan pentingnya masjid menjadi pusat pendidikan serta peningkatan ekonomi umat. Ia mengingatkan bahwa dua rukun Islam—zakat dan haji—hanya dapat dijalankan oleh mereka yang mampu secara ekonomi.

“Masjid harus mendorong masyarakatnya untuk mampu, baik secara ekonomi, pendidikan, maupun agama,” katanya.

Jusuf Kalla mencontohkan peran masjid pada masa Rasulullah SAW yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, hingga pengadilan. Menurutnya, model itu dapat diadopsi kembali melalui penguatan peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan anak, pelatihan ekonomi, hingga kerajinan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi tingginya toleransi beragama di Papua. Ia menyoroti kawasan Sentani, di mana masjid besar berdiri berseberangan dengan gereja besar sebagai simbol kerukunan yang perlu terus dijaga.

Bagi JK, semua rumah ibadah memiliki tujuan sama, yaitu membimbing umat menuju kebaikan. Karena itu, ia menegaskan tidak boleh ada tindakan kekerasan atas nama agama.

Tidak ada agama yang membolehkan orang saling membunuh. Itu bukan jalan menuju surga,” ucapnya.

Ia bahkan mengusulkan agar masjid dan gereja menjalankan program sosial bersamasepanjang tidak menyangkut akidah—demi membangun masyarakat Papua secara lebih komprehensif.

Akidah boleh berbeda, tetapi pengabdian kepada masyarakat bisa bersatu,” ujarnya.

Kepada pengurus DMI yang baru dilantik, Jusuf Kalla berpesan agar mengabdikan diri untuk meningkatkan kualitas ibadah, mendorong pendidikan, serta memperkuat ekonomi jamaah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan aktivitas masjid dengan tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ibadah harus berjalan seiring dengan kerja keras, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Negara tidak akan maju jika hanya memperbanyak rumah ibadah tanpa diiringi ilmu, pengabdian, dan kerja keras,” ujarnya menutup sambutan. (rdr/ant)