TEKNOLOGI

Unand Kembangkan Pompa Surya Tanpa Baterai untuk Perkuat Ketahanan Pangan

0
×

Unand Kembangkan Pompa Surya Tanpa Baterai untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi panel surya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (28/11/2023). (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar), berhasil menciptakan prototipe pompa tenaga surya sebagai instalasi pendukung irigasi untuk membantu mengaliri sawah tadah hujan di Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar.

“Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan irigasi sawah dan pertanian secara lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat nagari,” kata Ketua Tim Pengabdian Fakultas Teknik Unand, Insannul Kamil, di Padang, Minggu.

Insannul Kamil—yang juga Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar—menjelaskan bahwa pompa tenaga surya tanpa baterai ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Unand untuk mendukung swasembada pangan.

Ia menambahkan, langkah FT Unand tersebut sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui Program AstaCita, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, air, serta mempercepat pembangunan dari desa.

Teknologi pompa ini memanfaatkan energi matahari secara langsung tanpa baterai penyimpanan, sehingga lebih hemat biaya, minim perawatan, dan mampu menyediakan suplai air secara berkelanjutan.

Instalasi air yang diberikan kepada masyarakat dirancang agar mudah dioperasikan serta dapat disesuaikan dengan beragam kondisi lahan pertanian setempat.

“Teknologi yang dipilih merupakan teknologi yang mudah dioperasikan oleh masyarakat. Hal ini mendukung kemudahan transfer teknologi dari kampus ke masyarakat,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan energi terbarukan, teknologi ini juga mendukung upaya adaptasi perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon, sekaligus membuka peluang peningkatan intensitas tanam serta optimalisasi lahan pertanian masyarakat.

Koordinator Pelaksana Rancang Bangun Teknologi Prototipe, Dendi Adi Saputra, menambahkan bahwa masyarakat di Nagari Tanjung Barulak kini sudah mampu memasang dan melepas pompa secara mandiri, melakukan pengecekan arus dan voltase, memantau putaran pompa secara real time, merawat panel surya, hingga mengelola instalasi pipa.

Dendi mengungkapkan, prototipe yang terpasang saat ini berupa pompa AC/DC 3.000 Watt dengan panel surya 550 Watt Peak (WP) sebanyak delapan unit yang mampu mengalirkan air sejauh 1,3 kilometer pada ketinggian 160 meter.

“Ke depan kami berharap masyarakat menjadi aktor utama dalam perawatan teknologi ini agar berkelanjutan dan memberikan dampak besar bagi sektor pertanian,” katanya. (rdr/ant)