PULAUPUNJUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan sebagai strategi jangka panjang.
“Ini bukan hanya proyek fisik, melainkan investasi pendidikan strategis yang tidak mungkin terwujud tanpa keseriusan pemerintah daerah serta dukungan penuh pemerintah provinsi dalam meyakinkan pemerintah pusat,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Dharmasraya, Catur Eby, di Pulau Punjung, Minggu.
Ia menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp200 miliar itu kini telah memasuki tahapan lelang dan akan segera dikerjakan dalam waktu dekat.
“Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2026 dan mulai beroperasi pada tahun ajaran berikutnya,” ujarnya.
Catur menambahkan, kepastian pembangunan sekolah tersebut muncul setelah tim dari Kementerian PUPR meninjau lokasi rencana pembangunan di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, pada Jumat (21/11).
“Peninjauan dilakukan setelah lahan dinyatakan siap dibangun dan memenuhi seluruh kriteria serta prosedur yang ditetapkan,” katanya.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan berkualitas, melahirkan generasi unggul, serta menjadi pusat pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan lokal dengan tujuan memutus rantai kemiskinan.
Sebelumnya, Pemkab Dharmasraya menyebutkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah menyetujui usulan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.
Sekolah itu direncanakan menampung sekitar 1.000 murid dengan beasiswa penuh mencakup asrama, makan, hingga biaya pendidikan.
Program tersebut bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi keluarga pra sejahtera. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, keberadaan sekolah ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. (rdr/ant)






