BERITA

YouTube Perketat Proteksi Remaja: Ada Batas Waktu Shorts hingga Filter Konten Berulang

0
×

YouTube Perketat Proteksi Remaja: Ada Batas Waktu Shorts hingga Filter Konten Berulang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi YouTube. (net)
Ilustrasi YouTube. (net)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – YouTube meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna remaja membatasi durasi harian saat menonton konten video pendek atau Shorts di perangkat mereka.

“Hari ini, dengan bangga saya sampaikan bahwa kami meluncurkan fitur baru yang memberi pengguna kendali dan menetapkan batas waktu menonton Shorts,” ujar Global Head of Healthcare YouTube & Google Health, Garth Graham, dalam acara peluncuran di Jakarta Selatan, Kamis.

Fitur ini menjadi bagian dari komitmen YouTube untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna remaja, melengkapi fitur pengingat “Take a Break” dan “Bedtime” yang telah diaktifkan otomatis untuk pengguna di bawah 18 tahun.

Pengguna dapat mengatur batas waktu harian melalui menu Setelan → Umum → Batas feed Shorts. Tersedia pilihan durasi 15 menit, 30 menit, 45 menit, 1 jam, hingga 2 jam. Setelah waktu yang ditentukan habis, pengguna akan menerima notifikasi bahwa feed Shorts telah dihentikan sementara untuk hari tersebut.

YouTube juga berencana memperluas fitur kontrol orang tua agar batas waktu Shorts dapat ditetapkan melalui akun yang diawasi (supervised accounts), sehingga batas tersebut tidak dapat diabaikan oleh remaja.

Platform video itu turut menambah perlindungan melalui sistem rekomendasi YouTube, yang dirancang membantu remaja menemukan konten yang relevan dan aman. YouTube juga memperkuat pengelolaan urutan video untuk mengurangi rekomendasi konten yang mungkin aman jika ditonton sekali, namun dapat menimbulkan masalah bila dikonsumsi berulang kali.

Frekuensi kemunculan konten yang berpotensi bermasalah bagi remaja di seluruh dunia akan dikurangi guna mencegah kebiasaan menonton berlebihan. Awalnya, perlindungan ini hanya berlaku untuk tiga kategori konten. Namun setelah evaluasi dan masukan dari Youth and Families Advisory Committee, YouTube memperluas cakupan menjadi enam kategori, termasuk konten perbandingan fisik, agresi sosial, serta saran keuangan yang buruk dan tidak realistis. (rdr/ant)