JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan menegaskan perlunya penanganan serius agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hal itu disampaikan Presiden setelah menghadiri peluncuran digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin.
“Ya, (perundungan) itu harus kita atasi ya,” kata Prabowo singkat saat menjawab pertanyaan awak media mengenai semakin banyaknya kasus perundungan di sekolah.
Sejumlah insiden perundungan yang melibatkan siswa kembali mencuat ke publik dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kasus ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada 7 November 2025. Polda Metro Jaya mendalami dugaan bahwa terduga pelaku merupakan korban perundungan oleh sesama siswa.
Selain itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut menyoroti dugaan perundungan di sebuah SMP di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kasus tersebut menjadi perhatian luas setelah video berdurasi 25 detik yang memperlihatkan seorang siswa dipukul dan diejek di kamar mandi sekolah beredar di salah satu platform berbayar. Dalam rekaman itu, sejumlah siswa lain terlihat hanya menonton tanpa berusaha melerai.
Perundungan terhadap siswa juga terjadi di SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, Banten. Seorang siswa berinisial MH (13) diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekolahnya. Kondisi MH kini dilaporkan menurun hingga lemas dan tak mampu beraktivitas. (rdr/ant)






