EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Capai 6 Persen, Menkeu: Kita di Arah yang Benar

0
×

Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Capai 6 Persen, Menkeu: Kita di Arah yang Benar

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (16/10/2025). ANTARA/Imamatul Silfia/aa.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan meningkat lebih tinggi, yakni mencapai sekitar enam persen.

“Saya perkirakan akan tumbuh lebih cepat lagi, mungkin di kisaran enam persen,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu.

Purbaya menyampaikan bahwa optimisme itu muncul karena pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan yang mampu mendorong percepatan ekonomi. “Kalau kebijakan yang sekarang dijalankan terus dengan baik, kita berada di arah yang benar,” tambahnya.

Untuk triwulan IV 2025, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,7 persen. Pemerintah, lanjutnya, tetap memastikan stabilitas dengan menjaga defisit fiskal di bawah tiga persen.

“Defisitnya masih aman. Kita jaga di bawah tiga persen, jadi nggak usah takut saya melanggar prinsip kehati-hatian fiskal,” katanya.

Sebelumnya, Purbaya menilai realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 yang tercatat 5,04 persen menunjukkan APBN dikelola secara efektif. Momentum pertumbuhan itu turut menciptakan 1,9 juta lapangan kerja.

Jumlah pengangguran turun 4.000 orang menjadi 7,46 juta orang dibandingkan Agustus 2024, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 4,91 persen menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen (yoy) didorong meningkatnya mobilitas penduduk, pertumbuhan transaksi digital, serta kebijakan pemerintah. Konsumsi pemerintah juga naik 5,49 persen, ditopang belanja barang dan belanja pegawai yang masing-masing tumbuh 19,3 persen dan 9,0 persen.

Sementara itu, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan 5,04 persen (yoy), seiring meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional dan konsistensi pemerintah menjaga iklim usaha yang stabil. (rdr/ant)