PADANG

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan hingga Sedang di Kota Padang

1
×

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan hingga Sedang di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
ilustrasi hujan ringan. (dok. istimewa)
ilustrasi hujan. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar pada Minggu. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tersebut.

Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, kota-kota besar di Sumatera yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang meliputi Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, dan Bandar Lampung.

“Sementara Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir. Aceh diprakirakan berawan tebal,” kata Prakirawan BMKG, Diah, dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.

Potensi hujan lebat disertai kilat juga terjadi di Jakarta dan Bandung. Adapun hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

“Pulau Bali dan Lombok berawan tebal, sementara Kupang diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat,” ujar Diah.

Di Kalimantan, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangka Raya, dan Banjarmasin. Kondisi serupa juga diprediksi melanda seluruh kota besar di Sulawesi, yakni Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, dan Kendari.

Untuk wilayah timur Indonesia, kota-kota seperti Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke juga diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa Indonesia sedang memasuki periode peningkatan curah hujan menuju puncak musim hujan. Analisis tiga bulan terakhir menunjukkan tren kenaikan signifikan dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori curah hujan menengah hingga tinggi.

Faisal menuturkan fenomena La Nina lemah saat ini tengah berlangsung dan diperkirakan bertahan hingga Maret 2026, namun dampaknya terhadap puncak musim hujan dinilai tidak terlalu signifikan.

“La Nina lemah akan bertahan hingga awal 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya tidak terlalu besar. Meski begitu, tingginya curah hujan tetap perlu diwaspadai,” ujarnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampaknya pada aktivitas harian, terutama di wilayah dengan intensitas hujan tinggi. (rdr/ant)