BERITA

Figur Ayah Hilang? Psikolog Jelaskan Dampak Psikologis Jangka Panjang pada Anak

0
×

Figur Ayah Hilang? Psikolog Jelaskan Dampak Psikologis Jangka Panjang pada Anak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sosok ayah. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Psikolog Klinis RSUD Wangaya Denpasar, Bali, Nena Mawar Sari, menyatakan bahwa hilangnya sosok ayah dalam kehidupan seorang anak dapat memengaruhi keberanian, kekuatan, serta ketangguhan anak tersebut.

“Kalau figur ayah tidak ada, tentu akan hilang figur-figur yang mengisi tentang keberanian, kepercayaan diri, dan ketangguhan,” kata Nena saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa peran ayah tidak hanya diukur dari seberapa sering hadir secara fisik, tetapi juga dari seberapa besar makna dan pengaruh figur ayah dalam kehidupan anak.

“Jadi bayangkan kalau figur itu tidak ada, tentu anak akan mencari figur-figur superior dalam versi yang lain,” ujarnya.

Menurut Nena, ketika seorang anak kehilangan ayah karena kematian atau perceraian, maka kerabat terdekat seperti paman, kakek, atau figur laki-laki lain dapat mengambil peran maskulin yang dibutuhkan anak.

“Yang penting perannya di situ sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, bagi ayah yang sibuk bekerja, ia menyarankan agar tetap menciptakan waktu berkualitas dengan anak meski hanya sebentar.

“Misalnya dengan video call yang intens, rajin menanyakan kabar, atau melibatkan anak dalam pekerjaan ayah seperti menunjukkan tempat kerja,” kata Nena.

Ia menambahkan bahwa banyak persoalan kesehatan mental berakar dari kurangnya figur orang tua, terutama ayah. Karena itu, keterlibatan ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

“Diharapkan ayah juga punya keterlibatan yang baik, maksimal, dan optimal dalam keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 yang bertepatan dengan Hari Ayah Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya peran ayah dalam memberi teladan guna membentuk pola hidup sehat.

Tema Hari Kesehatan Nasional 2025 adalah “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menegaskan bahwa generasi sehat mencakup kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental. (rdr/ant)