LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Petugas Resor Konservasi Wilayah I Panti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi seekor beruk yang masuk ke dalam Masjid Ar Rahman, Kompleks Nagari (Desa) Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Kamis (13/11) malam.
Kepala Konservasi Wilayah I Panti BKSDA Sumbar, Edi Susilo, mengatakan bahwa evakuasi dilakukan dengan melibatkan petugas BKSDA Sumbar, dokter hewan, tim Centre for Orangutan Protection (COP), serta mahasiswa Kehutanan Universitas Riau.
“Beruk dievakuasi dengan cara dibius karena berada di kerangka loteng masjid dan tidak mau keluar,” ujarnya.
Setelah berhasil diamankan, satwa tersebut langsung dibawa ke klinik hewan untuk menjalani perawatan. Kedua kakinya mengalami luka akibat terkena material di area loteng.
Beruk jantan berusia sekitar lima tahun itu akan dirawat hingga kondisinya membaik sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya. “Kami akan melepaskannya jika benar-benar pulih dan layak dirilis,” kata Edi.
Dokter hewan drh. Afdalu Zikri menambahkan, beruk mengalami luka robek (vulnus laceratum) pada kedua kaki dengan estimasi pemulihan sekitar satu minggu.
Pengurus Masjid Ar Rahman, Sumpeno, mengatakan beruk masuk sekitar pukul 18.00 WIB dalam kondisi basah setelah melintasi area persawahan. Upaya pengusiran tidak berhasil, bahkan beruk berlari ke kerangka loteng dan merusaknya di beberapa titik.
“Beruk tidak mau turun dan tetap berada di loteng hingga waktu salat Magrib dan Isya,” ujarnya. (rdr/ant)






