BERITA

Andre Rosiade Ungkap Penyebab Sumatra Barat makin Tertinggal, Dulu lebih Maju dari Palembang dan Pekanbaru

3
×

Andre Rosiade Ungkap Penyebab Sumatra Barat makin Tertinggal, Dulu lebih Maju dari Palembang dan Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Andre Rosiade. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Anggota DPR RI Andre Rosiade menyampaikan kegelisahannya soal kondisi ekonomi Sumatra Barat (Sumbar) yang dinilainya makin tertinggal dibanding beberapa daerah lain di Sumatra.

Hal itu ia ungkapkan saat berbincang dengan dr. Richard Lee dalam podcast “Andre Rosiade Blak-blakan Bahas Timnas, Azizah dan Arhan” pada Rabu (12/11/2025).

Andre bercerita bahwa saat ia masih kecil, Sumatra Barat—terutama Kota Padang—justru jauh lebih maju dibanding Palembang dan Pekanbaru. Namun kini, menurutnya, kondisi itu berubah total. Ia menilai banyak fasilitas publik tak berkembang, terutama pasar tradisional yang disebutnya “busuk” dan tak tersentuh pembenahan berarti selama bertahun-tahun.

Sebagai contoh langkah perbaikan nyata, Andre menyebut pembangunan Pasar Fase 7 Pasar Raya Padang yang menelan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Proyek itu, katanya, ia perjuangkan habis-habisan hingga ke tingkat Presiden agar bisa disetujui.

“Kini pasar tersebut sudah berdiri dan mulai menata pedagang kaki lima agar lebih rapi. Namun perubahan satu-dua pasar tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan provinsi yang dulu menjadi pusat perdagangan Sumatera itu,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Di sisi lain, katanya, Sumatra Barat masih mampu bertahan berkat kiriman uang dari perantau Minang. Andre menyebut hampir Rp20 triliun mengalir setiap tahun ke kampung halaman dari perantau yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia. Hal itu terlihat dari masjid-masjid megah hingga rumah-rumah besar di nagari-nagari, yang sebagian besar dibangun dari dana perantau, bukan dari sumber ekonomi lokal.

Andre meminta pemerintah daerah tidak menutup mata. Ia menilai perlu ada evaluasi besar-besaran dan langkah konkret untuk membangkitkan ekonomi Sumatra Barat. Mulai dari penataan pasar, pembenahan infrastruktur, hingga perencanaan pembangunan yang lebih serius.

“Sumatra Barat punya potensi besar, tapi tanpa gebrakan nyata, daerah itu akan terus tertinggal dari provinsi lain yang bergerak cepat,” katanya. (rdr)