BOLA, RADARSUMBAR.COM – Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic mengungkap dirinya marah besar tatkala timnya kembali kalah saat bertemu Borneo FC, Minggu (9/11/2025) malam kemarin.
Dia mengaku kesal dan geram ketika timnya tak mampu melakukan penyelesaian akhir meskipun banyak peluang yang tercipta sejak babak pertama.
“Saya akui, saat ini saya marah besar. Banyak peluang yang kita dapat tapi tak mampu diselesaikan. Anda yang menonton pasti juga sama dengan saya,” ujar Dejan saat press conference usai laga, Minggu malam.
Dejan sendiri berkeyakinan, timnya sudah bermain sesuai dengan skema yang diharapkan, tapi keberuntungan belum menghampiri.
“Ada banyak faktor yang terjadi di lapangan, belum lagi kita melawan tim yang saat ini sedang berada di puncak performance mereka,” tutur Dejan.
Ditambahkannya, Semen Padang FC adalah tim yang bagus dengan atmosfer sepakbola yang bagus juga. Belum lagi suporter dan para pendukung yang selalu hadir.
Ada beberapa poin yang menjadi catatannya dalam pertandingan kemarin, salah satunya kurangnya koordinasi antar lini dan banyaknya kesalahan mendasar yang terjadi.
“Padahal, dalam latihan semua sudah kita siapkan dengan sedemikian rupa. Kenapa terjadi? Ya, karena ketika pertandingan ada pressure, disini kita harus berusaha memperbaiki lagi,” ucapnya.
Dejan pun menyebut, tak ingin berlarut-larut dalam kondisi seperti ini. Dia berharap, tim bisa bangkit, mental pemain bisa kembali dan psikologis anak asuhnya tetap terjaga.
“Kita akan berusaha memperbaiki semua kesalahan yang terjadi. Di dua laga away mendatang, kita akan berusaha keras bisa melepas tren negatif ini,” jelasnya.
Semen Padang FC (SPFC) harus kembali menelan pil pahit kekalahan setelah ditekuk tamunya, Borneo FC, dengan skor 0-2 dalam lanjutan BRI Super League di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu (9/11/2025).
Kekalahan ini menjadi yang kedelapan secara beruntun bagi tim berjuluk Kabau Sirah di paruh musim ini, sementara Pesut Etam Borneo FC melanjutkan tren positif dengan meraih kemenangan kesepuluh beruntun. (rdr)




