SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, mendorong Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memaksimalkan potensi ekonomi kreatif berbasis wisata minat khusus yang berakar pada kekayaan sejarah, budaya, dan seni kota warisan dunia tersebut.
“Sawahlunto memiliki modal heritage yang sangat besar dan strategis untuk dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan, terutama yang berakar pada narasi sejarah dan seni masyarakat setempat,” ujar Yovie di Sawahlunto, Minggu.
Ia menilai, kekayaan budaya dan sejarah Sawahlunto merupakan aset yang jika dikelola tepat dapat menghidupi masyarakat melalui sektor pertunjukan, wisata edukasi, serta industri kreatif yang memiliki pasar kuat di tingkat nasional.
Yovie juga mendorong Pemko Sawahlunto menyelaraskan program daerah dengan Asta Cita dan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto, agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lebih luas terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan heritage di kota tambang tua tersebut.
Musisi senior itu memuji Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) dan Sawahlunto International Songwriting Camp (SISSCa) sebagai dua ajang budaya unggulan yang dinilai mampu di-upgrade menjadi sarana edukasi seni, ruang tumbuh UMKM, dan wahana pelestarian budaya Minangkabau.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menuturkan bahwa SIMFes kini dikembangkan menjadi festival edukatif dengan menghadirkan kelas sejarah musik, dialog budaya, serta kurasi penampilan etnik untuk memperluas wawasan generasi muda.
Selain aspek edukasi, Jeffry menyebutkan sektor ekonomi dalam SIMFes juga tumbuh melalui partisipasi UMKM kuliner dan pelaku industri kreatif lokal, termasuk pameran batik Sawahlunto dan produk ekonomi kreatif lainnya.
Menurutnya, keberhasilan event-event tersebut menunjukkan bahwa Sawahlunto memiliki modal sosial dan kultural kuat sebagai fondasi penguatan ekonomi kreatif daerah.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemprov Sumbar, dan Pemko Sawahlunto, Yovie optimistis pengembangan ekonomi kreatif berbasis heritage akan menjadi motor pertumbuhan baru bagi kota warisan dunia itu. (rdr/ant)




