AGAM

Sekda Agam: Garuda Mas Punya Potensi jadi Destinasi Unggulan Ibu Kota Kabupaten

0
×

Sekda Agam: Garuda Mas Punya Potensi jadi Destinasi Unggulan Ibu Kota Kabupaten

Sebarkan artikel ini
Objek Wisata Garuda Mas di Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. (Foto: Infopublik)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Objek Wisata Garuda Mas di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung. Destinasi ini dinilai memiliki potensi besar karena lokasinya yang asri dan menjadi satu-satunya objek wisata di ibu kota kabupaten tersebut.

“Saya mendukung destinasi wisata ini dikembangkan dengan baik agar mampu menarik lebih banyak pengunjung,” kata Sekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi AR, di Lubuk Basung, Minggu.

Menurutnya, kawasan wisata Garuda Mas memiliki potensi lengkap, mulai dari aliran sungai, lapangan luas untuk perkemahan, ruang pertemuan, hingga penginapan. Lokasinya pun strategis, karena berada di tepi jalan kabupaten yang menghubungkan Manggopoh dengan Garagahan.

“Kita bersyukur memiliki objek wisata seperti ini di Lubuk Basung. Tinggal pembenahan dan penambahan sarana agar pengunjung lebih betah berada di lokasi,” ujarnya.

Lutfi menambahkan, Pemkab Agam akan mempromosikan objek wisata ini ke depan agar semakin ramai dikunjungi. Meningkatnya jumlah wisatawan diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Jika ada program pariwisata atau kegiatan pemerintahan, kami akan arahkan ke sini,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola Objek Wisata Garuda Mas, Edi Sutiawarman, mengatakan kawasan wisata seluas sekitar satu hektare itu telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, seperti mushala, ruang pertemuan, homestay, dan area kemping.

“Objek wisata ini kami bangun beberapa tahun lalu untuk meramaikan kampung halaman,” kata Edi.

Ia menyebut, Garuda Mas ramai dikunjungi setiap akhir pekan dan hari libur nasional. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk dan dapat menikmati suasana sungai sembari memberi makan ikan garing.

Namun, Edi berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki jalan menuju lokasi sepanjang sekitar 600 meter yang belum diaspal.

“Jalan ini bukan hanya akses ke objek wisata, tapi juga jalan lingkungan menuju Batu Hampar, Nagari Manggopoh. Semoga Pemkab Agam bisa memperbaikinya agar akses wisata semakin lancar,” ujarnya. (rdr/ant)