PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendatangi sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Padang, MInggu (9/11/2025) siang. Andre yang didampingi Romi Bachtiar, Area Manager Comrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Sales Are Manager (SAM) Sumbar Fachri Rizal, datang untuk memantau dan memastikan ketersediaan solar di daerah itu.
Sejak beberapa waktu terakhir, kondisi solar dilaporkan mengalami kelangkaan, sehingga menyebabkan terjadinya antrean panjang di setiap SPBU.
“Hari ini kami turun langsung ke lapangan bersama pihak Pertamina Patra Niaga. Tujuannya apa, kita ingin memastikan bahwa berbagai aspirasi masyarakat Sumatera Barat kepada kami melalui media sosial, bahwa terjadi kelangkaan solar dan BBM lainnya di Sumatra Barat. Alhamdulillah dengan komunikasi yang baik, pihak Pertamina sudah menginstruksikan sales area di sini untuk memastikan BBM subsidi ini terdistribusi dengan baik bagi masyarakat Sumatera Barat,” kata Andre kepada wartawan di SPBU Air Pacah, Koto Tangah, Padang.
Menurut Andre, antrean dipicu bukan akibat kurangnya stok, melainkan karena permasalahan pengiriman lewat laut yang terkendala cuaca. Terjadi permasalahan soal distribusi angkutan lautnya. Memang ada kendala karena cuaca yang buruk, sehingga terjadi keterlambatan kedatangan Pertalite maupun Solar.
“Untuk itu, sebenarnya Pertamina sudah mengambil langkah-langkah bahwa melakukan bantuan dari berbagai terminal yang ada, mulai dari Riau di Siak, lalu di Jambi maupun di Sibolga untuk membantu di kebutuhan BBM di Sumatera Barat. Tapi memang tidak cukup. Tapi Alhamdulillah, tadi malam kapal sudah sampai,” katanya pada agenda yang diikuti Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen.
Andre mengatakan, bisa dipastikan dalam dua hari ke depan, apalagi sekarang terminal Teluk Kabung bekerja 24 jam, pihak Pertamina meningkatkan 16% penjualan dan distribusi ke seluruh SPBU yang ada di Sumatera Barat supaya mengurai soal kemacetan, soal Solar maupun Pertalite. “Insya Allah mulai dua hari ke depan ya mulai besok kemudian situasi sudah mulai normal kembali,” jelas Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu menyebut, kuota untuk Sumatera Barat itu sudah dinaikkan sebesar 15 persen. “Nah, kuotanya kita sesuai dengan kuota yang kita dapatkan sekarang sudah naik 15 persen, berarti sudah bisa memenuhi kebutuhan Sumatera Barat. Ini tinggal soal distribusi. Yang ini kita minta Pertamina betul-betul serius mengawal, jangan sampai ada kelangkaan di tengah masyarakat. Karena tadi saya sampaikan, stok Solar kita untuk 12 hari ke depan cukup. Stok Pertalite kita juga cukup juga untuk 12 hari ke depan,” katanya lagi.
Sales Area Manager (SAM) Pertamina Sumbar, Fachri Rizal mengatakan, sejak dua hari terakhir pihaknya sudah mengoperasikan Terminal Teluk Kabung selama 24 jam.
“Terkait dengan penyaluran BBM ini betul yang disampaikan oleh Pak Andre bahwa dua hari ini kami sudah mengoperasikan 24 jam Terminal Teluk Kabung. Jadi memang ada keterlambatan suplai yang masuk ke Teluk Kabung. Hari Kamis kemarin kapal Pertalite sudah masuk. Tadi malam kapal (pembawa) Pertamax juga sudah masuk. Jadi kondisi stok untuk Sumatera Barat sudah aman,” kata Fachri.
Fachri meminta masyarakat tidak perlu panik karena proses recovery. “Stok bahan bakar kami cukup sampai 12 hari ke depan untuk Pertalite dan Solar, di Pertamax juga cukup di atas 8 hari ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan kondisi stok di Sumatera Barat, karena memang kami lagi proses untuk merecovery, untuk menormalisasi penyaluran ke SPBU,” katanya.
“Memang, sebutnya, dua hari ini sudah naik penyaluran kita di atas 16% untuk bisa mengcover kebutuhan yang ada di SPBU untuk menambal terjadinya kekurangan di beberapa hari yang lalu,” katanya lagi.
Ia menjelaskan, rata-rata kebutuhan BBM per hari di Sumbar adalah 4.500 hingga 4.800 Kiloliter (KL). “Kami minta masyarakat tenang dan jangan panik. Insya Allah BBM akan segera stabil,” katanya. (rdr)






