AGAM

Pemkab Agam Rehabilitasi 84 Rumah Warga Kurang Mampu di 13 Kecamatan

0
×

Pemkab Agam Rehabilitasi 84 Rumah Warga Kurang Mampu di 13 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Agam Rinaldi. Dok Antara/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, merehabilitasi sebanyak 84 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 13 kecamatan dengan total anggaran Rp1,51 miliar pada tahun 2025.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Agam, Rinaldi, di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan, rumah-rumah tersebut tersebar di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Palembayan, Matur, Canduang, Banuhampu, Sungai Pua, Baso, Ampek Angkek, Tilatang Kamang, dan Kamang Magek.

“Rehabilitasi rumah tidak layak huni dilakukan di 13 kecamatan, kecuali Kecamatan Malalak, Palupuh, dan Ampek Koto,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap rumah menerima bantuan sebesar Rp18 juta per unit yang bersumber dari APBD Kabupaten Agam. Jumlah itu mengalami penyesuaian dari rencana awal sebanyak 101 unit rumah menjadi 84 unit karena keterbatasan anggaran dalam perubahan APBD 2025.

Selain dari APBD, pada tahun 2025 Pemkab Agam juga mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat untuk 17 unit rumah dengan nilai Rp20 juta per unit.

Dukungan tambahan datang dari perantau Agam yang tergabung dalam Indo Jolito sebanyak dua unit rumah, serta kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Agam untuk delapan unit rumah dengan nilai bantuan bervariasi.

“Realisasi dana untuk rehabilitasi dari APBD sudah dua tahap dan tinggal satu tahap lagi sebesar 35 persen. Sedangkan bantuan dari pusat, perantau, dan Baznas juga sedang berjalan,” kata Rinaldi.

Ia menargetkan seluruh proses rehabilitasi selesai menjelang akhir tahun 2025, sehingga rumah-rumah tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh penerima bantuan.

Bantuan diberikan bagi warga miskin dengan kondisi rumah sangat tidak layak, seperti atap rumbia, dinding kayu, lantai tanah, dan tanpa kamar mandi.

“Rumah-rumah dengan kondisi seperti itu menjadi prioritas utama untuk direhabilitasi,” tegasnya. (rdr/ant)