BERITA

Menkomdigi: Generasi Muda Harus Beretika dalam Era AI

0
×

Menkomdigi: Generasi Muda Harus Beretika dalam Era AI

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang hadir langsung dalam Panen Raya Ikan Nila di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cipancur Cimahi Farm Feed, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/10/2025). (dok. Komdigi)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (dok. Komdigi)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak hanya mahir memanfaatkan teknologi, tetapi juga memastikan penerapannya berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, dan etika. Pernyataan ini disampaikan saat orasi ilmiah pada Wisuda ke-99 Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Nusa Dua, Senin (3/11/2025).

Meutya menekankan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dapat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan arah moral yang jelas.

“Teknologi harus dijalankan dengan berempati dan beretika. Teknologi diciptakan untuk membantu manusia, bukan menguasai manusia,” tegas Menkomdigi.

Ia menekankan bahwa manusia tetap harus memimpin, bukan dikendalikan oleh sistem teknologi. Generasi muda harus terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar mampu mengikuti laju perkembangan AI.

Meutya juga menyoroti peluang ekonomi digital Indonesia, yang kini mencapai lebih dari USD 90 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 360 miliar pada 2030. Potensi tersebut, menurutnya, hanya bisa direalisasikan jika generasi muda mengambil peran aktif dalam transformasi digital.

Mengutip World Economic Forum, Meutya menyebutkan bahwa pada 2030 akan muncul 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan lama kemungkinan akan otomatis tergantikan. Ia mendorong lulusan Undiknas untuk tidak takut pada perubahan yang dibawa AI, melainkan memanfaatkannya sebagai peluang.

“Jangan takut pada AI. Kita harus adaptif dan mampu membaca peluang,” tambahnya. (rdr)