EKONOMI

Menkeu Purbaya Siap Sikat Impor Baju Bekas Ilegal demi Lindungi Industri Lokal

0
×

Menkeu Purbaya Siap Sikat Impor Baju Bekas Ilegal demi Lindungi Industri Lokal

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan melarang dan menindak tegas praktik impor pakaian bekas ilegal dari luar negeri yang masih beredar di pasar domestik.

“Sekarang rupanya banyak barang ilegal, kita akan tutup. Nanti pakaian-pakaian itu juga yang ilegal-ilegal kita tutup semua,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (4/11).

Ia menugaskan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memperketat pengawasan dan penindakan terhadap arus masuk pakaian bekas ilegal, sebagai upaya melindungi serta menghidupkan industri garmen dan tekstil dalam negeri.

Purbaya mengakui banyak pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari bisnis thrifting, namun menurutnya keuntungan tersebut hanya bersifat jangka pendek dan berpotensi mematikan industri tekstil domestik yang menyerap banyak tenaga kerja.

“Kalau saya ubah jadi barang-barang dalam negeri saja dengan peraturan yang sesuai, maka industri domestik bisa hidup. Lapangan kerja meningkat, daya beli masyarakat naik, dan para pedagang juga tetap bisa berusaha,” katanya.

Ia menegaskan sikap keras pemerintah terhadap peredaran barang ilegal, terutama produk asing, sebagai bentuk perlindungan pasar domestik yang menjadi pilar utama arah kebijakan ekonomi nasional.

“Kalau kita buka semua untuk barang produksi asing yang ilegal, pasar kita akan dikuasai asing. Nanti masyarakat kita sendiri yang rugi karena lapangan kerja berkurang,” ujar Purbaya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat basis industri domestik (domestic base). Setelah industri tekstil dan garmen dalam negeri menguat, barulah Indonesia akan lebih agresif menembus pasar ekspor.

“Kalau industri kita kuat, daya saing juga akan naik. Baru kita serang pasar luar negeri dengan produk dalam negeri kita,” tegasnya. (rdr/ant)