PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Sumatera Barat, meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi praktik pemerasan atau pencatutan nama pimpinan menjelang pelantikan Kepala Kejari Padang yang baru pada Kamis (30/10).
“Antisipasi ini kami lakukan agar tidak ada pihak yang mencatut nama pimpinan Kejari Padang untuk meminta uang atau barang,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang, Eriyanto, di Padang, Selasa (29/10).
Ia menjelaskan, pihaknya telah menurunkan personel dan membangun jejaring intelijen untuk memantau situasi di lapangan. “Kami tidak ingin ada pihak yang mengaku sebagai Kepala Kejari Padang, lalu meminta uang kepada siapa pun,” ujarnya.
Eriyanto menegaskan bahwa baik pimpinan lama, Aliansyah, maupun pejabat baru, Kuswara, tidak pernah meminta apa pun kepada pihak mana pun. “Pimpinan yang lama maupun yang baru tidak pernah meminta uang, barang, atau bentuk lain. Jika ada yang mengaku-ngaku, itu tidak benar,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar waspada dan tidak melayani permintaan dengan membawa nama pejabat Kejari Padang. “Tindakan seperti itu salah dan dapat dikategorikan sebagai gratifikasi atau korupsi,” tegasnya.
Masyarakat atau instansi yang mengalami hal tersebut diminta segera melapor ke Seksi Intelijen Kejari Padang di Jalan Gajah Mada, atau melalui nomor layanan 0812-6765-5004.
Diketahui, Kepala Kejari Padang yang baru, Kuswara, akan dilantik di Kantor Kejati Sumbar pada Kamis (30/10). Ia menggantikan Aliansyah, yang selanjutnya bertugas sebagai Kabid Penkum pada Puspenkum Kejagung. Sebelumnya, Kuswara menjabat Kabag Keuangan pada Sekretariat Jamwas Kejagung. (rdr/ant)






