TUAPEJAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menyiapkan anggaran khusus untuk membantu pengukuhan Sikerei—tabib atau dukun tradisional Mentawai—guna menjaga kesinambungan budaya asli masyarakat setempat.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah menyiapkan anggaran agar calon-calon Sikerei ini bisa segera dikukuhkan,” kata Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana Samaloisa, saat dihubungi di Padang, Selasa (29/10).
Ia menjelaskan, kebijakan ini diambil karena jumlah Sikerei terus menurun. Berdasarkan data pemerintah daerah, kini hanya tersisa kurang dari 100 orang Sikerei di Mentawai. Dari jumlah itu, sekitar 20 orang merupakan generasi muda, sementara sisanya berusia lanjut.
Menurut Rinto, bantuan anggaran pengukuhan akan meringankan beban masyarakat. Pasalnya, untuk menjadi Sikerei, seseorang perlu mengeluarkan biaya hingga Rp50 juta. “Kita ingin pengukuhan dilakukan secara bersamaan agar lebih hemat dan efisien,” ujarnya.
Bupati menegaskan, keberadaan Sikerei sangat penting, bukan hanya sebagai tabib tradisional, tetapi juga tokoh adat yang berperan menjaga harmoni dan menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. “Sikerei juga menjadi sosok yang didengarkan dan dihormati, karena mereka bagian dari tatanan budaya Mentawai,” katanya.
Ke depan, Pemkab Mentawai berencana membentuk Dewan Sikerei yang akan bertugas mengukuhkan Sikerei baru, mendata jumlah mereka, dan merancang program kesejahteraan.
Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025, Rinto juga mengajak generasi muda Mentawai untuk turut melestarikan budaya warisan leluhur. “Salah satunya dengan terus memublikasikan kreativitas dan tradisi Sikerei ke dunia maya agar eksistensi mereka tetap dikenal,” ucapnya. (rdr/ant)






