KESEHATAN

Masalah Saat Buang Air Kecil? Bisa Jadi Fimosis!

0
×

Masalah Saat Buang Air Kecil? Bisa Jadi Fimosis!

Sebarkan artikel ini
Konsultasi dokter di Klinik Pandawa. (dok. istimewa)
Konsultasi dokter di Klinik Pandawa. (dok. istimewa)

KESEHATAN, RADARSUMBAR.COM – Pernahkah kamu merasa nyeri, perih, atau sulit saat buang air kecil? Jika iya, bisa jadi itu bukan masalah biasa.

Salah satu penyebab umum keluhan seperti ini adalah Fimosis kondisi di mana kulit kulup penis tidak bisa ditarik ke belakang untuk menampakkan kepala penis. 

Untungnya, kini ada banyak solusi medis modern untuk mengatasi fimosis tanpa rasa takut atau malu. Salah satunya adalah dengan berkonsultasi di Klinik Utama Pandawa klinik spesialis kulit dan kelamin terpercaya yang sudah berpengalaman menangani berbagai kasus kesehatan pria.

Banyak pasien yang sebelumnya merasa malu kini bisa kembali percaya diri setelah menjalani perawatan di sini.

Rasa Sakit Saat Kencing Hingga Kembali Percaya Diri

“Saya kira rasa sakit saat kencing itu hal biasa. Tapi lama-lama kok makin parah,” ujar pasien yang datang ke Klinik Utama Pandawa.

Ia mengaku sudah lama merasakan nyeri setiap kali buang air kecil, namun selalu mengabaikannya karena merasa malu untuk memeriksakan diri.

“Awalnya cuma terasa agak perih. Tapi lama-lama susah banget kencingnya, sampai harus menunggu lama. Bahkan ujung penis saya sering bengkak,” tambahnya.

Setelah mencari tahu lewat internet, ia menduga dirinya mengalami fimosis. Namun rasa ragu dan takut membuatnya menunda berobat.

Hingga suatu hari, kondisi itu membuatnya benar-benar panik. Ia tidak bisa kencing sama sekali selama hampir 10 jam. Barulah ia memberanikan diri untuk datang ke Klinik Utama Pandawa setelah membaca banyak testimoni positif dari pasien lain.

Konsultasi Pertama di Klinik Utama Pandawa

Setibanya di Klinik Utama Pandawa, pasien tersebut disambut dengan ramah oleh tim medis. Ia mengaku awalnya gugup, tetapi pelayanan yang profesional membuatnya merasa tenang.

“Begitu saya cerita gejalanya, dokter langsung memeriksa dengan sopan dan menjelaskan semuanya dengan jelas,” ujarnya. 

Menurut dr. Dwi Martina, Sp.KK, dokter spesialis kulit dan kelamin di Klinik Utama Pandawa, banyak pasien datang dengan keluhan sulit buang air kecil atau nyeri pada ujung penis tanpa menyadari bahwa itu merupakan tanda awal fimosis.

Dari hasil pemeriksaan tadi, saya melihat ada tanda-tanda fimosis, yaitu kondisi ketika kulit kulup pada penis tidak bisa ditarik ke belakang untuk menampakkan kepala penis.

Biasanya, gejala awal fimosis bisa berupa nyeri saat kencing, ujung penis yang tampak bengkak atau kemerahan, kadang ada cairan keluar dari bawah kulup, serta terasa gatal atau perih.

“Banyak pasien mengira ini hanya iritasi biasa, padahal sebenarnya kulit kulupnya terlalu sempit,” kata dr. Dwi Martina. 

Penanganan Fimosis di Klinik Utama Pandawa

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, dr. Dwi Martina, Sp.KK, dokter spesialis kulit dan kelamin di Klinik Utama Pandawa, menjelaskan kepada pasien untuk mengatasi fimosis.

“Di sini kami menggunakan metode sunat medis modern yang jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan cara konvensional. Prosedur ini dilakukan dengan anestesi lokal, jadi pasien tidak akan merasakan nyeri selama tindakan berlangsung.” ujar dr. Dwi Martina, Sp.KK.

Prosedur Sunat Modern di Klinik Utama Pandawa

Pasien tersebut sempat khawatir ketika dokter menyarankan prosedur sirkumsisi modern. Namun setelah dijelaskan bahwa prosedur di Klinik Utama Pandawa menggunakan teknologi laser dan anestesi lokal, rasa takutnya pun berkurang.

“Dokter bilang prosesnya cepat, hanya sekitar 30 menit, dan bisa langsung pulang. Tidak perlu rawat inap,” kenangnya.

Selama tindakan, pasien tersebut merasa nyaman karena tim medis terus memantau dan memastikan tidak ada rasa sakit. “Saya pikir bakal sakit banget, ternyata malah cuma terasa seperti sedikit ditekan,” ujarnya.

Setelah prosedur, dokter memberi obat anti nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Dalam waktu seminggu, kondisinya sudah membaik dan ia bisa buang air kecil tanpa rasa nyeri lagi.

“Saya benar-benar bersyukur akhirnya memberanikan diri berobat. Setelah tindakan, rasanya lega banget. Kencing jadi lancar, tidak nyeri, dan area sekitar penis terasa lebih bersih,”  ujarnya.

Pencegahan Fimosis Sejak Dini

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah fimosis atau memperburuk kondisinya:

  1. Jaga kebersihan area genital
    Bersihkan penis secara rutin, terutama setelah buang air kecil atau berhubungan intim.
  2. Hindari menarik kulit kulup secara paksa
    Hal ini dapat menyebabkan luka dan jaringan parut yang justru memperburuk fimosis.
  3. Segera periksa jika ada keluhan
    Jangan tunggu sampai nyeri parah. Semakin cepat diperiksa, semakin ringan penanganannya.
  4. Pilih klinik yang berpengalaman
    Konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin, seperti yang tersedia di Klinik Utama Pandawa.

Mengapa Memilih Klinik Utama Pandawa?

Klinik Utama Pandawa bukan hanya terkenal sebagai klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta, tapi juga unggul dalam menjaga kerahasiaan, kenyamanan, dan profesionalisme pasien.

Beberapa alasan mengapa banyak pasien mempercayakan perawatannya di sini:

  • Dokter spesialis berpengalaman dalam menangani fimosis, infeksi kelamin, hingga masalah organ intim pria dan wanita.
  • Teknologi medis modern seperti laser dan metode non-invasif yang membuat tindakan lebih cepat dan minim rasa sakit.
  • Privasi pasien dijaga dengan ketat, sehingga pasien bisa merasa aman dan nyaman selama konsultasi.
  • Konsultasi yang ramah dan edukatif, membuat pasien paham betul tentang kondisi dan langkah pengobatannya.
  • Tersedia layanan online, sehingga pasien bisa booking jadwal terlebih dahulu tanpa perlu antre.

(rdr)